KSB

Sumbawa Barat Tuan Rumah Penyusunan Kajian Risiko Bencana se-NTB

7
×

Sumbawa Barat Tuan Rumah Penyusunan Kajian Risiko Bencana se-NTB

Sebarkan artikel ini

Sumbawa bara|Bintangtv.id-Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi dan Diskusi Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten/Kota se-Provinsi Nusa Tenggara Barat yang digelar pada Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, serta BPBD kabupaten/kota se-NTB. Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarwilayah dalam menyusun dokumen Kajian Risiko Bencana yang komprehensif dan terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah.

iklan

Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan Kajian Risiko Bencana merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Menurutnya, melalui dokumen KRB, berbagai potensi ancaman bencana dapat dipetakan sejak dini sehingga pemerintah daerah dan masyarakat memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai risiko bencana yang mungkin terjadi.

“Kajian Risiko Bencana bukan sekadar dokumen administratif, melainkan menjadi dasar, arah, dan pedoman dalam seluruh tahapan penyelenggaraan penanggulangan bencana. Dokumen ini sangat penting sebagai landasan dalam pengambilan kebijakan pembangunan yang mempertimbangkan aspek mitigasi dan pengurangan risiko bencana,” tegas H. Amar.

Ia menambahkan, daerah yang memiliki kajian risiko yang baik akan lebih siap dalam merencanakan pembangunan, mengurangi potensi kerugian akibat bencana, serta meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat dan aset daerah.

Melalui kolaborasi antara BNPB, BPBD Provinsi NTB, dan seluruh pemerintah kabupaten/kota, diharapkan dokumen Kajian Risiko Bencana yang disusun nantinya memiliki kualitas yang baik, berbasis data, serta mampu menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan daerah.

Selain itu, integrasi KRB ke dalam dokumen perencanaan pembangunan dinilai penting agar upaya pengurangan risiko bencana dapat dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan sosialisasi dan diskusi ini juga menjadi wadah bertukar pengalaman serta memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang berpotensi terjadi di wilayah NTB, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga cuaca ekstrem.

Dengan tersusunnya dokumen Kajian Risiko Bencana yang berkualitas, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan ketangguhan wilayah serta memperkuat perlindungan masyarakat dari dampak bencana.

“Pembangunan yang baik bukan hanya membangun untuk hari ini, tetapi juga memastikan perlindungan bagi generasi mendatang melalui upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana yang terencana,” pungkas Bupati H. Amar.