Jakarta, Bintangtv.id– Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta memantau tiga bibit siklon tropis yang berada di wilayah monitoring Indonesia, masing-masing Bibit Siklon Tropis 90S, 93S, dan 92P.
Meski seluruh sistem memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, keberadaannya tetap berdampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia hingga 4 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.
Bibit Siklon Tropis 90S terpantau di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat dan bergerak ke arah timur. Sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S berada di sebelah barat laut daratan Australia dan diprakirakan bergerak ke arah barat dengan peluang rendah untuk berkembang lebih lanjut.
Adapun Bibit Siklon Tropis 92P terpantau di sekitar Teluk Carpentaria, selatan Papua Selatan, dan juga memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis dengan arah pergerakan ke barat.
Dampak tidak langsung dari ketiga sistem tersebut berpotensi meningkatkan intensitas cuaca di sejumlah wilayah. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Untuk wilayah perairan, peningkatan tinggi gelombang laut berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter (moderate sea) berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Selat Sunda, Laut Banda, perairan Kepulauan Leti–Sermata, Kepulauan Babar–Tanimbar, Kepulauan Kei–Aru, serta Laut Flores.
Gelombang yang lebih tinggi, antara 2,5 hingga 4,0 meter (rough sea), berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Bali, Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur, Laut Sawu, serta Samudra Hindia selatan NTB hingga NTT.
Kondisi ini membuat wilayah NTB, khususnya perairan selatan dan Samudra Hindia, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan perikanan.
Selain itu, potensi angin kencang juga diprakirakan terjadi di wilayah pesisir selatan Papua Selatan.
Masyarakat di wilayah terdampak, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang dapat memengaruhi keselamatan aktivitas di laut maupun di wilayah pesisir. (05)












