Politik pemerintahan

TP PKK Sumbawa Gelar Lokakarya: Anak Muda, Perempuan, dan Disabilitas Diajak Jadi Motor Kampanye Adaptasi Iklim

30
×

TP PKK Sumbawa Gelar Lokakarya: Anak Muda, Perempuan, dan Disabilitas Diajak Jadi Motor Kampanye Adaptasi Iklim

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id — Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa mengajak perempuan, anak muda, dan penyandang disabilitas untuk ambil peran aktif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui penyusunan strategi kampanye adaptasi yang inklusif dan aplikatif.

 

iklan

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Lokakarya Strategi Adaptasi Perubahan Iklim yang dibuka Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si., di Aula PKK Kabupaten Sumbawa, Senin (9/1/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi TP PKK Kabupaten Sumbawa bersama Yayasan Plan International Indonesia dan diikuti berbagai organisasi masyarakat, kelompok perempuan, anak muda, serta penyandang disabilitas.

 

Dalam sambutannya, Dr. Dedy Heriwibowo menegaskan bahwa lokakarya ini memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap dampak perubahan iklim, khususnya di tingkat lokal.

 

Menurutnya, upaya ini sejalan dengan Program CERAH yang digagas Plan International Indonesia, sekaligus mendukung program daerah “Sumbawa Hijau Lestari” yang berfokus pada pelestarian lingkungan melalui penanaman kembali pohon dan perbaikan ekosistem.

 

“Melalui kegiatan ini, kita harapkan lahir strategi kampanye yang konkret dan aplikatif, serta terbentuk jaringan kolaborasi yang kuat antara TP PKK, Plan International Indonesia, dan para pemangku kepentingan di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

 

Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kemitraan antara TP PKK dan Plan International Indonesia dalam proyek CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Berkelanjutan).

 

Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berhenti pada tataran konsep, melainkan fokus pada strategi nyata untuk menggerakkan perubahan perilaku masyarakat.

 

“Perubahan iklim bukan semata persoalan alam, tetapi juga tentang bagaimana manusia memperlakukan lingkungannya. Karena itu, perempuan, anak muda, dan penyandang disabilitas harus dilibatkan sebagai bagian dari solusi,” jelasnya.

 

Sementara itu, Project Coordinator CERAH NTB, Abdul Rohman, menyampaikan bahwa ketiga kelompok tersebut dipilih sebagai sasaran utama karena termasuk kelompok rentan terhadap dampak perubahan iklim.

 

Dengan melibatkan mereka secara langsung dalam penyusunan strategi, diharapkan muncul kesadaran kolektif sekaligus penguatan kapasitas dalam menghadapi risiko lingkungan.

 

“Ketika kelompok rentan dilibatkan, maka strategi adaptasi yang dihasilkan akan lebih relevan, inklusif, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” tuturnya.

 

Selama lokakarya, peserta mendapatkan pembekalan materi mengenai dasar-dasar perubahan iklim dan dampaknya di tingkat lokal, prinsip kampanye perubahan perilaku, strategi komunikasi inklusif, hingga praktik penyusunan rencana kampanye adaptasi.

 

Peserta juga terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan sesi storytelling untuk mengidentifikasi persoalan prioritas di wilayah masing-masing serta merancang pesan kampanye yang sesuai dengan konteks lokal.

 

Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Sumbawa berharap lahir agen-agen perubahan dari kalangan perempuan, anak muda, dan disabilitas yang mampu menjadi pelopor gerakan adaptasi perubahan iklim, demi mewujudkan Sumbawa yang lebih tangguh, hijau, dan berkelanjutan. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *