Sumbawa, Bintangtv.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal, membimbing, dan memperkuat peran umat Islam agar dapat menjalankan ibadah secara optimal, sekaligus menjaga persatuan dan ketahanan sosial keagamaan di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua MUI Kabupaten Sumbawa, H. Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov., didampingi Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi M. Lutfi Makki, saat rapat pengurus MUI yang digelar di Kantor MUI Sumbawa, Ahad (8/2/2026).
Dalam arahannya, Faisal Salim menegaskan bahwa MUI hadir tidak hanya sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai pemersatu umat serta mitra strategis pemerintah dalam membina kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Ia menilai, tantangan umat Islam saat ini semakin kompleks, salah satunya pengaruh media sosial yang berlebihan hingga berpotensi mengurangi kualitas ibadah dan interaksi sosial.
“Saat ini kecanduan media sosial menjadi tantangan serius. Jangan sampai Ramadan justru habis untuk hal-hal yang tidak produktif. Gunakan media digital untuk hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah,” ujarnya.
Karena itu, MUI mendorong optimalisasi dakwah digital melalui konten-konten edukatif dan keislaman di berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, hingga TikTok.
“Walaupun hanya satu menit, kalau konsisten mengisi beranda dengan pesan keislaman, insya Allah dampaknya besar bagi umat,” tambahnya.
Selain dakwah digital, MUI juga menyoroti pentingnya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara tepat sasaran, transparan, serta sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Pengelolaan ZIS yang baik dinilai menjadi instrumen penting dalam membantu masyarakat kurang mampu, terutama selama Ramadan.
Untuk memperkuat peran dakwah dan pelayanan umat, MUI juga menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dan organisasi kemasyarakatan Islam. Setiap komisi di lingkungan MUI diharapkan memiliki minimal satu program unggulan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Tak hanya itu, MUI membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Daerah maupun dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), guna mendukung kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Melalui berbagai langkah tersebut, MUI berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum kebangkitan spiritual sekaligus penguatan solidaritas sosial, sehingga umat Islam di Sumbawa semakin religius, rukun, dan berdaya. (01)












