Sumbawa barat | Bintangtv.id -Permasalahan sampah yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat di berbagai platform media sosial, seperti Facebook dan WhatsApp, mendapat tanggapan langsung dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Isu yang mencuat terutama berkaitan dengan lambannya pengangkutan sampah di sejumlah wilayah permukiman.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat, Aku Nurahmadin, menegaskan bahwa kritik dan keluhan masyarakat yang beredar di ruang publik tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, informasi yang disampaikan warga dapat menjadi pemicu (trigger) positif sekaligus bahan evaluasi bersama antara DLH, pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga pemerintah desa.
“Informasi yang berkembang di tengah masyarakat kami jadikan sebagai bahan evaluasi bersama. DLH akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa untuk mencari solusi terbaik,” ujar Aku Nurahmadin melalui sambungan WhatsApp, (4/2/2026).
Ia mengakui bahwa pelayanan pengangkutan sampah di beberapa wilayah belum berjalan optimal. Kondisi tersebut, kata dia, dipengaruhi oleh sejumlah faktor, diantaranya volume sampah yang terus meningkat.
“Volume sampah rumah tangga dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri juga masih rendah,” jelas mantan Camat Taliwang tersebut.
DLH KSB saat ini terus melakukan evaluasi terkait penanganan sampah yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat terutama di wilayah-wilayah yang dinilai mengalami kendala pengangkutan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai dengan kemampuan dan kondisi di lapangan.
Lebih lanjut, Aku Nurahmadin mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dan kesadaran bersama.
“Kami mengajak masyarakat untuk mulai menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan, bila memungkinkan, mengelola sampah rumah tangga secara mandiri. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah di KSB,” pungkasnya. (02)












