Politik pemerintahan

Pemkab Sumbawa dan Pemprov NTB Lakukan Penanganan Tanggap Darurat Banjir Ruas Simpang Negara Moyo–Luair

86
×

Pemkab Sumbawa dan Pemprov NTB Lakukan Penanganan Tanggap Darurat Banjir Ruas Simpang Negara Moyo–Luair

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bergerak cepat melakukan penanganan tanggap darurat menyusul banjir kembali melanda ruas jalan Simpang Negara Moyo–Luair, Kecamatan Moyo Hilir, pada awal tahun 2026. Penanganan ini dilakukan secara sinergis lintas sektor untuk memulihkan akses vital masyarakat yang terputus akibat luapan air sungai.

 

iklan

Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji, mengatakan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan akses jalan dapat kembali difungsikan agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh berkepanjangan.

 

“Penanganan darurat menjadi prioritas utama agar mobilitas warga, distribusi logistik, serta akses menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan bisa kembali berjalan. Di saat yang sama, kami juga mulai melakukan kajian penyebab banjir berulang untuk solusi jangka panjang,” ujar Lalu Suharmaji, Kamis (15/1/2026).

 

Banjir yang melanda ruas jalan tersebut menyebabkan akses utama menuju Desa Batu Bangka, khususnya Dusun Prajak, tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Curah hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari membuat debit air sungai di wilayah Kecamatan Moyo Hilir meningkat drastis hingga meluap ke badan jalan.

 

 

 

Di sejumlah titik, ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter, disertai longsor dan penurunan permukaan jalan.

 

Ruas Simpang Negara Moyo–Luair merupakan jalur strategis penghubung antar desa dan kecamatan di wilayah utara Kabupaten Sumbawa. Terputusnya akses ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok.

 

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Sumbawa Bagian Barat, Dinas PUPR Provinsi NTB, Mustafa, ST., MT., menyatakan pihaknya segera menurunkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan penilaian awal dan penanganan darurat.

 

“Kami langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan banjir. Langkah awal yang kami lakukan adalah membuka akses sementara, mengurangi genangan air, serta mengidentifikasi titik-titik kerusakan seperti longsor dan penurunan badan jalan,” jelas Mustafa.

 

Penanganan tanggap darurat dilakukan melalui koordinasi intensif antara Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi, Pemerintah Kecamatan Moyo Hilir, Pemerintah Desa Batu Bangka, serta unsur masyarakat setempat.

 

Mustafa juga menegaskan bahwa meskipun ruas jalan tersebut merupakan kewenangan provinsi, namun berada di wilayah Kabupaten Sumbawa sehingga membutuhkan kerja sama seluruh pihak untuk penanganannya.

 

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam membantu penanganan darurat. Ke depan, selain penanganan sementara, kami juga menyiapkan rencana jangka panjang seperti perbaikan sistem drainase dan penguatan lereng jalan untuk mencegah banjir berulang,” ujarnya.

 

Hingga saat ini, proses penanganan tanggap darurat masih terus berlangsung. Pemerintah berharap, dengan kolaborasi yang solid dan respons cepat lintas sektor, akses jalan Simpang Negara Moyo–Luair dapat segera kembali normal dan risiko banjir serupa di masa mendatang dapat diminimalkan.

 

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan dan informasi resmi dari pihak berwenang demi keselamatan bersama. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *