Sumbawa barat | Bintangtv.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat komitmennya dalam membangun sektor ketenagakerjaan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama pembangunan daerah, salah satunya melalui revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK).
Revitalisasi BLK tersebut menjadi program strategis daerah untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan, sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat lokal. Rencana ini dijadwalkan dimulai bertepatan dengan kunjungan kerja Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia pada 21–23 Januari 2026.
BLK Kabupaten Sumbawa Barat yang sebelumnya berlokasi di Simpang Tano akan direlokasi dan dibangun kembali di kawasan Telaga Bertong. Lokasi baru ini dirancang sebagai pusat pelatihan tenaga kerja yang lebih representatif, modern, dan terintegrasi dengan kebutuhan industri.
Bupati H. Amar Nurmansyah menegaskan bahwa revitalisasi BLK tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan, tetapi juga mencakup pembaruan kurikulum dan program pelatihan agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Yang kita revitalisasi bukan hanya bangunannya saja, tetapi juga program-program pelatihannya. Harus sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini dan ke depan,” tegas H.Amar. Selasa (20/1/2025).
Sejalan dengan revitalisasi BLK, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga mendorong industrialisasi ketenagakerjaan sebagai strategi jangka panjang. Bupati memaparkan bahwa angka pengangguran di daerahnya menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
Tiga hingga empat tahun sebelum pembangunan smelter, tingkat pengangguran tercatat 4,7 persen atau sekitar 3.200 orang. Hingga akhir tahun 2025, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 3,15 persen atau sekitar 2.600 orang.
Pembangunan smelter sendiri telah menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja. Namun demikian, Bupati mengakui masih terdapat tantangan, terutama dalam pemenuhan kompetensi untuk jenis pekerjaan tertentu yang membutuhkan keahlian khusus.
Karena itu, BLK diharapkan menjadi pusat pencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing.
Lebih jauh, Bupati Amar Nurmansyah mengajak masyarakat untuk mengubah paradigma bahwa lapangan kerja di Sumbawa Barat tidak hanya bertumpu pada sektor pertambangan. Ia mencontohkan keberhasilan pelatihan di sektor perhotelan dan jasa, yang mampu menyerap 100 hingga 200 lulusan, baik di wilayah Sumbawa Barat, Lombok, hingga Bali.
Sebagai bentuk penguatan kerja sama, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat merencanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis. Salah satunya adalah United Tractors, anak perusahaan Astra yang bergerak di bidang pelatihan dan penempatan tenaga kerja.
Penandatanganan MoU ini direncanakan berlangsung bersamaan dengan peletakan batu pertama digitalisasi BLK. Bupati juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan mengintervensi pola pembiayaan pelatihan hingga penempatan kerja, sehingga tidak sepenuhnya dibebankan kepada calon tenaga kerja. Dengan kebijakan tersebut, Pemkab Sumbawa Barat menargetkan penurunan angka pengangguran terbuka hingga 2,6 persen pada tahun 2027.
Bupati Amar berharap seluruh program ini dapat berjalan optimal melalui dukungan lintas sektor, sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong percepatan pembangunan Sumbawa Barat ke arah yang lebih maju dan berdaya saing.(02)












