Sumbawa barat | Bintangtv.id – Maraknya serangan hama wereng yang menyerang tanaman padi di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah. Melalui Dinas Pertanian dan Peternakan KSB, pemerintah menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk memberikan perlindungan dan jaminan kerugian bagi petani terdampak.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sumbawa Barat, Jamilatun, S.Pt., M.M.Inov., yang ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (13/1/2026), menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan luas lahan pertanian padi yang terdampak serangan wereng. Data tersebut akan menjadi dasar pengajuan klaim asuransi pertanian melalui Jasindo.
“Dinas Pertanian dan Peternakan KSB bersama pihak Jasindo hari ini turun langsung ke lokasi persawahan untuk memastikan secara faktual tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan hama wereng,” ujar Jamilatun.
Ia menegaskan, langkah ini dilakukan untuk memastikan petani yang mengalami gagal panen atau penurunan hasil produksi tetap mendapatkan perlindungan dan tidak menanggung kerugian secara penuh.
Selain pendataan, Jamilatun juga mengimbau seluruh petani padi di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat agar proaktif melaporkan apabila menemukan gejala serangan wereng atau kelainan pada tanaman padi. Laporan dapat disampaikan melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di masing-masing wilayah.
“Jika ditemukan kelainan pada tanaman padi, segera laporkan kepada PPL agar dapat dilakukan penanganan lebih cepat, sehingga kerugian petani tidak semakin besar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Jamilatun menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Pertanian dan Peternakan berkomitmen menjamin lahan pertanian padi yang terdampak serangan wereng untuk memperoleh kompensasi. Besaran kompensasi tersebut nantinya akan dihitung berdasarkan luas lahan pertanian yang mengalami kerusakan sesuai ketentuan asuransi pertanian.
Dengan adanya kerja sama ini, pemerintah daerah berharap petani tetap merasa aman dalam berusaha tani serta mampu menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Sumbawa Barat. (02)












