Sumbawa, Bintangtv.id — Bencana banjir bandang melanda Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WITA. Banjir terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang sejak dini hari.
Banjir diperparah oleh air kiriman dari wilayah hulu, yakni Desa Ongko Kecamatan Empang, serta Desa Banda dan Desa Bantu Lanteh di Kecamatan Tarano. Luapan air dengan cepat menggenangi permukiman warga dan fasilitas umum.
Akibat kejadian tersebut, ribuan warga terdampak yang tersebar di sejumlah dusun. Di Dusun Parang A, warga terdampak meliputi RT 001/RW 001 sebanyak 174 jiwa dari 55 KK, RT 002/RW 001 sebanyak 81 jiwa dari 78 KK, RT 003/RW 002 sebanyak 60 jiwa dari 45 KK, serta RT 004/RW 002 sebanyak 212 jiwa dari 85 KK.
Di Dusun Parang B, warga terdampak tercatat di RT 005/RW 002 sebanyak 76 jiwa dari 31 KK, RT 006/RW 003 sebanyak 107 jiwa dari 42 KK, RT 007/RW 004 sebanyak 123 jiwa dari 40 KK, dan RT 008/RW 004 sebanyak 135 jiwa dari 45 KK.
Sementara di Dusun Bontong, banjir berdampak pada RT 009/RW 005 sebanyak 139 jiwa dari 36 KK, RT 010/RW 005 sebanyak 113 jiwa dari 27 KK, serta RT 011/RW 005 sebanyak 147 jiwa dari 88 KK. Di Dusun Bonto, RT 012/RW 006 terdampak sebanyak 60 jiwa dari 15 KK. Sedangkan di Dusun Tiu Sangat, RT 017/RW 009 terdampak 76 jiwa dari 19 KK dan RT 016/RW 009 sebanyak 24 jiwa dari 6 KK.
Secara keseluruhan, total warga terdampak mencapai 1.567 jiwa dari 612 kepala keluarga.
Banjir bandang ini juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, di antaranya Sekolah Dasar Labuhan Bontong, PAUD Buin Batu, PAUD Melati, TK PGRI Labuhan Bontong, Rumah Dataku KB, serta Tempat Pemakaman Umum yang mengalami longsor dan terendam air.
Di sektor pertanian, banjir merendam lahan sawah seluas 67 hektare dan tambak seluas 60 hektare, sehingga berpotensi mengganggu mata pencaharian warga.
Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat terdampak meliputi air bersih, makanan siap saji, makanan pokok, obat-obatan, serta selimut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat, pendataan korban terdampak, serta penyaluran bantuan logistik.
“Kami dari pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi,” Pungkasnya. (01)












