Politik pemerintahan

Puluhan Santri dan Siswa di Sumbawa Barat Diduga Keracunan Makanan Program Bergizi Gratis

99
×

Puluhan Santri dan Siswa di Sumbawa Barat Diduga Keracunan Makanan Program Bergizi Gratis<br>

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat, Bintangtv.id — Sedikitnya 71 santri dan siswa di Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, diduga mengalami keracunan makanan massal setelah mengonsumsi hidangan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh dapur SPPG setempat.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (30/10/2025) dan mulai meluas pada Jumat (31/10/2025). Dua lokasi yang terdampak ialah Pondok Pesantren Himmatul Ummah dan SMP Negeri 4 Brang Rea.

Kapolsek Brang Rea, Iptu I Wayan Denny Suprapto, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Himmatul Ummah sebenarnya tidak termasuk penerima manfaat program MBG. Namun, pihak pondok menerima tawaran makanan dari dapur SPPG karena terdapat kelebihan porsi pada hari tersebut.

“Iya, pondok itu tidak termasuk penerima manfaat MBG. Tapi karena ada tawaran makanan dari dapur SPPG, pihak pondok menerimanya. Makanan mulai dikonsumsi para santri sekitar pukul 14.30 WITA,” ujar Iptu Wayan Denny, Jumat (31/10/2025).

Tak lama setelah dikonsumsi, tiga santri dilaporkan mengalami mual dan muntah. Mereka segera dibawa ke Puskesmas Brang Rea untuk mendapatkan penanganan medis. Beberapa jam kemudian, jumlah santri yang menunjukkan gejala serupa meningkat menjadi 37 orang.

Secara keseluruhan, dari 57 santri yang terdampak, 37 orang dirawat di puskesmas, sementara 20 lainnya ditangani petugas medis di pondok.

Sementara itu, SMPN 4 Brang Rea, yang memang tercatat sebagai penerima resmi program MBG, juga melaporkan kasus serupa. Sedikitnya 14 siswa mengalami mual dan muntah usai menyantap makanan dari dapur MBG yang sama.

“Begitu juga di SMPN 4 Brang Rea, sekitar 14 siswa mengalami gejala yang sama dan lansung dilarikan ke Puskesmas, sementara sebagia dirawat di rumah masing-masing,” tambah Kapolsek.

Menanggapi kejadian ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat telah mengambil sampel makanan MBG untuk dilakukan uji laboratorium di Rumah Sakit Provinsi guna memastikan penyebab pasti keracunan.(02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *