Sumbawa Barat, Bintangtv.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan sampah, (24/08/2025).
Kegiatan yang difokuskan pada ini transformasi pengelolaan sampah salah satunya pelatihan budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik, serta penyampaian materi Pengelolaan Persampahan Skala Sekolah (PPSS).
Kegiatan ini juga mencakup pelaksanaan pre-test dan post-test guna mengukur pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan.
Bimtek tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari strategi Pemerintah Daerah
dalam pengelolaan sampah melalui budidaya magot dan PPSS dan serta mengoptimalkan penggunaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di berbagai wilayah pada tahun 2025.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup KSB, Aku Nur Rahmadin, S.Pd., M.M.Inov, serta sejumlah mitra strategis, di antaranya Manager Community Development PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Dimas Purnama, dan perwakilan dari Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI).
Kepala DLH KSB, Aku Nur Rahmadin, menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar isu teknis, tetapi juga mencerminkan kesadaran sosial dan budaya masyarakat.
“Bimtek ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga mengubah pola pikir. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati H. Amar Nurmansyah menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang efektif tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan keterlibatan aktif dari sektor swasta dan masyarakat.
Ia mencontohkan bentuk kolaborasi nyata melalui kemitraan antara Pemerintah KSB dan PT AMNT yang telah meluncurkan dua program unggulan: Pengelolaan Sampah Berbasis Sekolah (PSBS) dan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat yang menyasar langsung komunitas desa.
“Program-program ini menunjukkan bahwa sinergi antara dunia usaha dan masyarakat dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan inklusif,” kata Bupati H. Amar.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur TPS 3R dan TPST merupakan bagian dari grand design Pemerintah Daerah dalam menciptakan sistem persampahan yang efisien, modern, dan berkelanjutan.
“Upaya ini juga sejalan dengan target kami untuk meraih penghargaan Adipura, sebagai simbol keberhasilan dalam tata kelola lingkungan tingkat nasional,” tambahnya.
Transformasi sistem pengelolaan sampah di KSB, menurut Bupati, membutuhkan proses edukasi yang terus-menerus dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Partisipasi masyarakat adalah kunci. Melalui pelatihan dan edukasi berkelanjutan seperti ini, kami yakin akan terbentuk ekosistem pengelolaan sampah yang berbasis komunitas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga berkomitmen untuk memperluas program serupa di berbagai wilayah, dengan pendekatan partisipatif, inovatif, dan terukur.
Di akhir sambutannya, Bupati H. Amar menyampaikan pesan moral bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru jika dikelola dengan benar.
“Banyak kebaikan yang bisa lahir dari pengolahan sampah. Namun untuk itu, dibutuhkan kebijakan yang aplikatif dan bisa langsung diimplementasikan di lapangan,” pungkasnya.
Program Bimtek ini merupakan bagian integral dari visi besar Pemkab Sumbawa Barat untuk menciptakan “KSB Maju Luar Biasa”, di mana pembangunan tidak hanya dilihat dari aspek fisik, tetapi juga dari kualitas lingkungan hidup dan kesadaran masyarakat terhadap keberlanjutan. (02)












