Sumbawa, Bintangtv.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar audiensi virtual dengan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Abu Dhabi, BKPM, pada Senin (25/8/2025) di Ruang Rapat Hasan Usman, Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa.
Rapat yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa Lalu Suharmaji, tersebut membahas peluang serta minat investasi dari investor Timur Tengah di berbagai sektor unggulan daerah.
Pertemuan daring ini dibuka oleh Wakil Direktur IIPC Abu Dhabi, Oki Rahmatna Tiba, dan dilanjutkan sambutan oleh Direktur IIPC Abu Dhabi, Nova Herlangga Masrie. Ia mengungkapkan adanya ketertarikan calon investor Timur Tengah untuk menanamkan modal pada sektor-sektor potensial, antara lain industri tembakau dan hospitality.
Investor juga ingin mengetahui kesiapan daerah, ketersediaan infrastruktur, serta fasilitas penunjang sebelum investasi dimulai.
Direktur IIPC Abu Dhabi menegaskan ketertarikan besar investor, terutama di sektor pariwisata yang dinilai unik.
Ia juga menanyakan kesiapan infrastruktur, kondisi pasca-Covid-19, serta peluang kerjasama dengan perusahaan lokal.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa Lalu Suharmaji, menjelaskan sejumlah potensi besar Kabupaten Sumbawa.
* Perikanan: laut (cakalang, kerapu) dan budidaya (tambak udang dan ikan).
* Pertanian: penyumbang terbesar lahan sawah dilindungi di NTB (43%) dengan komoditas utama padi, kopi, jagung, bawang merah, dan tembakau. Produksi jagung mencapai 800 ribu ton/tahun, sementara tembakau mulai dikembangkan meski terkendala sarana prasarana irigasi.
* Peternakan: salah satu pemasok utama sapi untuk DKI Jakarta, khususnya saat Idul Fitri dan Idul Adha.
Pariwisata: Teluk Saleh sebagai lokasi wisata Whale Shark terbesar kedua di Indonesia setelah Teluk Cendrawasih, Pulau Moyo, serta wisata pegunungan dan pantai.
Ia juga menekankan pentingnya investasi di sektor hilirisasi untuk menekan biaya produksi dan membuka lapangan kerja, seperti pabrik pengolahan ikan kaleng dan industri pengolahan jagung.
Lalu Suharmaji, menjelaskan, bahwa Sumbawa memiliki infrastruktur transportasi yang memadai dengan Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin (penerbangan dari Jakarta, Denpasar, Lombok), jalur darat, kapal laut, serta tiga titik penyeberangan menuju Pulau Moyo.
Pemerintah daerah juga siap memberikan fasilitasi dan pendampingan bagi investor. Pasca pandemi, jumlah kunjungan wisatawan telah meningkat signifikan.
Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda Sumbawa Andi Kusmayadi, S.Pi, menambahkan, saat ini Pulau Moyo sedang dalam proses pencanangan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan integrasi ke Taman Nasional Moyo Satonda dan Peta Ekonomi Biru. Namun, infrastruktur di pulau masih perlu ditingkatkan, termasuk fasilitas kesehatan.
Selain itu, sektor peternakan tengah disiapkan melalui dokumen kelayakan finansial investasi sapi senilai Rp 510 miliar oleh PT Sucofindo. Sementara di sektor perikanan, Pemkab menyiapkan lahan 10 hektare milik daerah untuk pembangunan central aqua culture, pabrik ikan, dan cold storage. Tercatat ada 67 perusahaan yang membutuhkan fasilitas tersebut dengan dukungan gerbang kepabeanan di Pelabuhan Badas.
Direktur IIPC Abu Dhabi menyambut baik paparan tersebut dan mendorong Pemkab Sumbawa segera menyiapkan data detail proyek yang siap ditawarkan.
“Jika sudah ada proyek yang siap, dengan lokasi dan infrastruktur mendukung, segera tindak lanjuti. Kami siap memasarkan potensi dan peluang investasi Sumbawa kepada investor Timur Tengah,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Sumbawa akan segera menyiapkan dokumen dan melakukan audiensi dengan BKPM di tingkat pusat untuk mengakselerasi realisasi peluang investasi tersebut.
Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Sumbawa, Yudi Patria Negara, ST, MM, menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi awal penting untuk membuka jalan bagi masuknya investasi asing, khususnya dari Timur Tengah, ke Kabupaten Sumbawa.
Audiensi virtual ini dihadiri jajaran perangkat daerah terkait, antara lain Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Bappeda, serta Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumbawa. (01)












