Politik pemerintahan

Jaga Keletarian Sumber Daya Laut, Bupati Sumbawa Lepas Ratusan Lobster Budidaya ke Perairan Labangka

185
×

Jaga Keletarian Sumber Daya Laut, Bupati Sumbawa Lepas Ratusan Lobster Budidaya ke Perairan Labangka

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara simbolis melepas ratusan ekor lobster hasil budidaya ke habitat aslinya di perairan Labangka.

 

iklan

Prosesi pelepasan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Sumbawa pada Selasa (24/06/2025) pagi, sebagai implementasi dari Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2024.

 

Lobster-lobster tersebut merupakan hasil budidaya kerja sama antara PT. Pasific Maritim Indonesia (PT. PMI) dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program restocking yang bertujuan menjaga kelestarian sumber daya laut, khususnya populasi lobster yang bernilai ekonomi tinggi namun rentan terhadap eksploitasi berlebihan.

 

Dalam sambutannya, Bupati H. Jarot menegaskan bahwa restocking bukan sekadar seremoni pelepasan benih, tetapi sebuah tanggung jawab ekologis bersama. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian sumber daya kelautan.

“Lobster merupakan komoditas bernilai tinggi, namun juga sangat rentan terhadap eksploitasi. Pengembalian lobster ke habitat alaminya di perairan Labangka adalah langkah penting demi keberlanjutan,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada PT. Pasific Maritim Indonesia atas komitmennya dalam menjaga lingkungan laut melalui restocking. Ia mendorong agar kolaborasi semacam ini terus diperluas dan direplikasi di daerah lain sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, sebagai daerah kepulauan dengan potensi laut yang luar biasa, Sumbawa harus menjadi contoh dalam pengelolaan sumber daya kelautan yang bijak. Hal ini, lanjutnya, sangat sejalan dengan visi pembangunan daerah: Mewujudkan Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.

Selain itu, Bupati juga mengungkapkan bahwa setelah kegiatan restocking ini, Kabupaten Sumbawa akan kembali mengekspor jagung sebanyak 6.000 ton ke Filipina melalui Pelabuhan Badas. Hal ini menunjukkan kekayaan potensi daerah, tidak hanya dari sektor kelautan tetapi juga pertanian daratan.

“Kita bergerak dari hulu ke hilir, dari budidaya hingga ekspor, dari nelayan hingga pelaku industri, dari ladang jagung di pegunungan sampai ke pelabuhan internasional,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, investasi dan konservasi bisa berjalan beriringan jika dikerjakan dengan niat baik dan melibatkan semua pihak, baik pemerintah, swasta, akademisi, maupun masyarakat.

“Selama kita bekerja dengan hati, niat baik, dan melibatkan semua pihak, insya Allah segala ikhtiar kita akan diberkahi dan membuahkan hasil yang baik,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *