Politik pemerintahan

Bupati Sumbawa Canangkan Desa Rhee sebagai Lokus “Desa Cantik”, Dorong Akurasi Data untuk Percepatan Pembangunan

237
×

Bupati Sumbawa Canangkan Desa Rhee sebagai Lokus “Desa Cantik”, Dorong Akurasi Data untuk Percepatan Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id  – Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB resmi mencanangkan Desa Rhee, Kecamatan Rhee, sebagai lokus Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dalam sebuah acara yang digelar di Aula Bappeda Sumbawa pada Selasa (06/05/2025).

Pencanangan ini ditandai dengan sambutan dari Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan program strategis ini. Ia menegaskan bahwa desa harus menjadi aktor utama dalam pembangunan, bukan hanya objek.

iklan

“Desa merupakan bagian penting dari misi pembangunan daerah, bukan hanya sebagai objek pembangunan tetapi harus menjadi subjek dan garda terdepan,” tegas H. Jarot.

Menurutnya, akurasi data menjadi kunci dalam setiap tahapan pembangunan. Data yang valid dan terkelola dengan baik akan memudahkan pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pembangunan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Setiap perencanaan program harus memiliki data yang akurat, begitu juga saat pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pun harus berdasarkan data yang akurat,” ujarnya.

Melalui Program Desa Cantik ini, Bupati berharap Desa Rhee mampu menjadi percontohan dalam membangun sistem tata kelola data desa yang terstandar dan terintegrasi, sehingga dapat memperkuat proses pembangunan dari tingkat akar rumput.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. H. Wahyudin, MM., menjelaskan bahwa kualitas data desa selama ini masih perlu ditingkatkan. Program Desa Cantik menjadi jawaban atas tantangan tersebut, di mana BPS akan melakukan pembinaan dan pendampingan intensif terhadap pengelolaan data di desa.

“Tujuannya agar data yang dihasilkan benar-benar bermanfaat, baik untuk perencanaan, pelaksanaan, monitoring hingga evaluasi pembangunan, termasuk dalam rangka pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan,” terang Wahyudin.

Ia juga menyampaikan harapannya agar semakin banyak desa di NTB, khususnya di Kabupaten Sumbawa, yang bertransformasi menjadi Desa Cantik—memiliki data yang kuat, akurat, dan mampu menopang pembangunan yang inklusif. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *