Headline

Rakornasus LP2 Muhammadiyah di PMI Dea Malela: Perkuat Transformasi Pesantren sebagai Pusat Keunggulan

278
×

Rakornasus LP2 Muhammadiyah di PMI Dea Malela: Perkuat Transformasi Pesantren sebagai Pusat Keunggulan

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id– Konsolidasi pengelolaan pesantren Muhammadiyah kembali diperkuat melalui Rapat Kerja Nasional Khusus (Rakornasus) Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang digelar di Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, Sumbawa.

 

iklan

Acara ini berlangsung selama tiga hari, 13-15 Februari 2025, dengan tema Transformasi Pesantren Muhammadiyah sebagai Pusat Keunggulan dan Peradaban.”

 

Rakornasus dihadiri oleh 112 peserta dari berbagai wilayah dan pusat. Terdiri atas 23 pimpinan LP2 PW Muhammadiyah, 18 anggota LP2 PP Muhammadiyah, serta para mudir pesantren Muhammadiyah dari 13 wilayah.

 

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, yang turut memberikan berdialog dengan peserta rakornassus.

 

Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Dr. Maskuri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakornasus ini memiliki keistimewaan tersendiri, salah satunya adalah penyelenggaraan di PMI Dea Malela, atas tawaran dari Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015, Prof. Dr. Din Syamsuddin.

 

“PMI Dea Malela menjadi contoh praktik terbaik dalam integrasi nilai Islam dan sains,” ujarnya.

Rakornasus membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya:

  1. Transformasi Pesantren Muhammadiyah melalui penguatan konsep Pesantren Tafaqquh Fiddin-Pesantrensaintek.
  2. Standarisasi Kurikulum Ilmu Alat seperti Nahwu, Sharf, dan Balaghah.
  3. Sosialisasi Instrumen Akreditasi pesantren Muhammadiyah.
  4. Evaluasi Program Kerja LP2 PP Muhammadiyah periode 2024-2025.

 

Ketua PP Muhammadiyah, Saad Ibrahim, yang membuka acara ini menegaskan bahwa pesantren Muhammadiyah harus menjadi pusat keunggulan yang mampu memadukan penguasaan teks-teks keislaman dengan keterampilan sains dan teknologi modern. Hal ini, menurutnya, merupakan kunci menjawab tantangan zaman.

 

Senada dengan itu, Direktur PMI Dea Malela, Dea Guru Muhammad Akif, menambahkan bahwa semangat perjuangan Muhammadiyah harus terus menjadi ruh utama dalam pengelolaan pesantren.

 

Rakornasus ini diharapkan dapat mendorong pesantren Muhammadiyah untuk melahirkan generasi yang tidak hanya alim dalam agama tetapi juga unggul dalam keilmuan modern, sehingga mampu membawa manfaat besar bagi masyarakat dan bangsa. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *