Politik pemerintahan

Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbawa Sampaikan Kemajuan dan Tantangan Budidaya Udang kepada Menteri KP

417
×

Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbawa Sampaikan Kemajuan dan Tantangan Budidaya Udang kepada Menteri KP

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, S. PI, MT, menyampaikan sejumlah kemajuan dan tantangan sektor perikanan saat bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, pada kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa, Senin (17/2/2025).

 

iklan

Dalam pertemuan tersebut, Rahmat Hidayat melaporkan dampak positif dari revitalisasi saluran primer tambak udang melalui program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

 

Proyek revitalisasi ini, yang dilaksanakan atas inisiatif Menteri Kelautan dan Perikanan, telah memberikan manfaat signifikan bagi petambak.

 

“Alhamdulillah, saluran primer sepanjang 6 km kini kondisinya jauh lebih baik. Selain itu, telah dibangun dua pintu air otomatis yang mempermudah petambak mendapatkan air dari saluran primer. Pintu ini bekerja otomatis, terbuka saat air pasang dan tertutup saat air surut,” jelas Rahmat Hidayat.

 

Rahmat, juga menyoroti peningkatan hasil produksi tambak berkat infrastruktur baru ini. “Sebelumnya, rata-rata produksi hanya 0,4 ton per hektar per siklus, namun sekarang sudah mencapai 1 ton per hektar per siklus. Selain itu, tambak yang dulunya rentan banjir saat musim hujan kini lebih aman, dan serangan penyakit seperti White Feces Syndrom (WFS) sudah jarang terjadi,” tambahnya.

 

 

Kabupaten Sumbawa saat ini memiliki sekitar 174 tambak aktif, baik yang dikelola secara perorangan maupun perusahaan. Tambak tradisional tersebar di sepanjang pantai utara dengan 9 titik utama dari ujung barat hingga ujung timur. Menurut Rahmat, produksi udang vaname dari Sumbawa sudah berkontribusi signifikan secara nasional.

 

Namun, ia juga menyampaikan tantangan yang dihadapi, terutama dalam pengolahan hasil tambak. “Meskipun produksi meningkat, manfaat langsung seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum dirasakan secara maksimal. Kami berharap ke depan ada fasilitas processing di Sumbawa. Kami sudah menyiapkan lahan 10 hektar, dan semoga pemerintah atau investor dapat mendukung pembangunan fasilitas tersebut,” harapnya.

 

Rahmat mengungkapkan optimisme bahwa dengan adanya dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta investor, sektor tambak udang di Sumbawa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat serta perekonomian daerah. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *