Headline

BMKG sebut Musim Hujan Lebih Pendek di Sumbawa, Berpotensi menyebabkan Kekeringan Lebih Awal

811
×

BMKG sebut Musim Hujan Lebih Pendek di Sumbawa, Berpotensi menyebabkan Kekeringan Lebih Awal

Sebarkan artikel ini
Sumbawa, Bintangtv.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa merilis prediksi terkait musim hujan di Kabupaten Sumbawa. Menurut BMKG, musim hujan diperkirakan akan lebih pendek satu dasarian atau 10 hari dari biasanya.
Kepala BMKG Stasiun Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Samriyanto, Rabu (10/01/2024) menjelaskan, saat ini, Sumbawa sudah memasuki musim hujan dan puncaknya diperkirakan terjadi pada Bulan Februari 2024 mendatang.
“Secara umum normal musim hujan di Sumbawa terjadi dari Bulan Desember hingga awal April. Musim hujan kali ini diprediksi lebih pendek 1 dasarian. Jadi diprediksi musim hujan kali ini sampai Maret,” katanya.
BMKG memperingatkan bahwa musim hujan kali ini akan lebih singkat, berpotensi menyebabkan kekeringan lebih awal.
“Namun ada beberapa wilayah yang musim hujannya lebih panjang 1 dasarian yakni mencakup Kecamatan Lunyuk, Ropang dan sebagian Kecamatan Lenanggua. Sementara itu, kecamatan lainnya diperkirakan akan mengalami musim hujan lebih pendek,” katanya.
Dijelaskan, pada rentang Januari hingga Februari, intensitas hujan di Sumbawa diprediksi meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh seruan dingin Asia yang dapat meningkatkan kecepatan angin permukaan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan, serta meningkatkan potensi awan hujan di Nusa Tenggara, termasuk Sumbawa.
“Kami juga mencatat adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah perairan selatan Indonesia. Hal ini dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan kecepatan angin permukaan, serta gelombang tinggi di sekitarnya,” katanya.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Sumbawa, mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem melalui sosial media milik BMKG.
“Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, dan gelombang tinggi,” katanya.
Selain itu, dalam menghadapi risiko tersebut, pemerintah juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan, seperti pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh dan lainnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *