Headline

Hutan dalam Kondisi Krisis, Dandim 1607/ Sumbawa Ajak Warga Berperan Aktif dalam Perlindungan

747
×

Hutan dalam Kondisi Krisis, Dandim 1607/ Sumbawa Ajak Warga Berperan Aktif dalam Perlindungan

Sebarkan artikel ini
Sumbawa, Bintangtv.id- Dandim 1607 Sumbawa, Letkol Czi Eko Cahyo Setiawan, SE. M. Han, dengan tekad yang kuat, telah mengeluarkan seruan penting kepada masyarakat Sumbawa untuk bersama-sama melindungi hutan mereka yang semakin kritis akibat pembalakan ilegal.
“Kondisi hutan Sumbawa telah mencapai titik kritis, ang kami harapkan bukan hanya penangkapan kayu ilegal, tetapi yang lebih penting adalah mencegah pembalakan ilegal,” tegas dandim.
Jika hanya fokus pada penangkapan di jalan, tegas dandim, itu berarti pohon-pohon sudah terlanjur ditebang dan dipotong.
“Kami berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang berharga untuk mencegah aksi ilegal ini. Peran masyarakat sangat penting, karena mereka yang ada di lapangan,” katanya.
Letkol Czi Eko Cahyo Setiawan juga mengimbau oknum-oknum yang terlibat dalam pembalakan ilegal untuk segera berhenti, menyadari bahwa dampaknya bukan hanya pada diri mereka sendiri, tetapi juga pada masyarakat luas. Ia menekankan bahwa kerjasama dari semua pihak sangat diperlukan dalam upaya melindungi hutan.
Dandim 1607 Sumbawa mengajak warga untuk segera melapor kepada aparat terdekat jika mereka melihat aktivitas mencurigakan terkait pembalakan ilegal.
“Kodim telah menyediakan nomor telepon call center yang dapat dihubungi, tersebar di Kodim, Polres, semua koramil, posmil, kantor desa, dan lokasi penting lainnya di seluruh desa.
Pada kesempatan ini, Dandim juga mengucapkan terima kasih kepada kepala desa yang selama ini telah membantu aparat dengan memberikan informasi terkait pembalakan ilegal. Ia menegaskan pentingnya kerjasama aktif dari masyarakat dalam melindungi hutan.
Dandim Eko Cahyo Setiawan menutup pesannya dengan mengajak masyarakat Sumbawa untuk segera melapor jika mereka mengetahui adanya aktivitas pembalakan ilegal.
“Lapor ke Kodim, Polres, Koramil, kantor desa, pos TNI, pos polisi, dan aparat terkait lainnya. Dengan sinergi dan kesadaran bersama, hutan yang ada bisa dipulihkan dan dirawat untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *