Pendidikan

Ini Pesan Kapolres dan  Dandim saat Pelepasan Mahasiswa KKL Universitas Samawa

323
×

Ini Pesan Kapolres dan  Dandim saat Pelepasan Mahasiswa KKL Universitas Samawa

Sebarkan artikel ini
Sumbawa, Bintangtv.id- Dandim 1607/ Sumbawa Letkol Czi Eko Cahyo Setiawan, SE., M.,Han dan Kapolres Sumbawa AKBP Heru Muslimin S.I.K, M.I.P,  berkesempatan menjadi narasumber dalam acara pelepasan mahasiswa kuliah kerja lapangan (KKL) Universitas Samawa, Rabu 12 Juli 2023.
Selain Kapolres Sumbawa dan Dandim 1607/ Sumbawa, kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, Rektor UNSA Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, Para Dosen serta para Mahasiswa Unsa.
Kapolres Sumbawa, AKBP Heru Muslimin, menyampaikan harapan kepada seluruh mahasiswa UNSA agar selama pelaksanaan KKL untuk sama sama menjaga situasi Kamtibmas di tempat yang akan menjadi lokasi KKL.
“Harapannya agar para mahasiswa dapat memahami karakteristik tiap-tiap daerah sehingga nantinya saat melakukan KKL dapat berjalan lancar dan situasi kamtibmas tetap terjaga” ucap Kapolres.
Selain itu, Kapolres Sumbawa juga menyampaikan imbauan bahwa di era digital saat ini pengunaan media sosial sangat berpengaruh sehingga di harapkan untuk dapat mengunakan media sosial secara bijak dan berhati-hati sehingga tidak menimbulkan boomerang untuk para mahasiswa semua.
“Di era digital saat ini, pemberitaan dan informasi sangat mudah di dapat, jadi sebelum di share para mahasiswa harus pandai-pandai menyaring sebelum share guna mengantisipasi pemberitaan negatif dan hoax” ungkap kapolres.
Dandim 1607/Sumbawa Letkol Czi Eko Cahyo Setiawan, SE., M.,Han., menegaskan, Civitas Akademika harus dapat menjadi agen penangkal Proxy War.
“Para mahasiswa notabenenya sebagai duta intelektual multi keilmuan harus memahami perjalan panjang  sejarah perjuangan bangsa sehingga menjadi modal dasar yang baik dalam pengabdian,” ujar Letkol Czi Eko.
Selain itu Dandim juga  mengingatkan kepada seluruh peserta pembekalan, baik di dalam kampus maupun  di tengah masyakat agar dapat mewaspadai ancaman yang dapat menganggu keutuhan NKRI.
Lanjutnya, ancaman Proxy War (perang proxy) bagi bangsa Indonesia adalah suatu hal yang nyata mengingat negara Indonesia memiliki banyak potensi kekuatan dan keunggulan-keunggulan sekaligus potensi kekuatan dan keunggulan itu dapat digunakan saling bertantangan sehingga dapat mengancam eksistensi NKRI.
“Bangsa Indonesia berdiri berdasarkan kesepakatan dan kemauan dari berbagai kelompok suku, bangsa, ras, bahasa namun memiliki perasaan dan tujuan yang sama. Dengan “Bhineka Tunggal Ika” bangsa kita menjadi bangsa yang kaya, kuat, berdaulat dan toleran,” ujarnya lagi.
Dandim juga mengingatkan, bahwa pemicu proxy war diantaranya adalah karena perebutan sumber energi dan sumber pangan.
“Kondisi penduduk bumi saat ini sudah tidak seimbang, dimana jumlah penduduk semakin banyak namun jumlah energy semakin menipis,” terangnya.
Dia menuturkan persediaan energi, pangan dan air di bumi semakin menipis, sehingga banyak bangsa yang melakukan migrasi ke negara-negara yang memiliki iklim tropis untuk mendapatkan sumber energi dan pangan itu.
“Salah satu negara tujuan dari migrasi itu adalah Indonesia, karena kita memiliki semua sumber energi dan sumber pangan,” tuturnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *