Sumbawa, Bintangtv.id- Asisten Administrasi Umum Kabupaten Sumbawa membuka Kongres Bahasa Sumbawa 2023 di Istana Dalam Loka. Acara ini, yang berlangsung selama dua hari, dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Sultan Sumbawa Muhammad Kaharuddin IV yang hadir via daring.
Sekretaris Lembaga Adat Tana Samawa, Ikraman, S.Pt., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kongres ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan Bahasa Sumbawa, sebagai karya tertinggi suatu bangsa.
“Fokus utama adalah menyepakati penulisan dan pengertian kata-kata dalam Basa Samawa, dengan harapan menghasilkan Kamus Besar Bahasa Sumbawa yang dapat menjadi panduan resmi,” katanya.
Menyoroti kompleksitas Basa Samawa, Ikraman juga menekankan perlunya kesepakatan tentang dialek dan standarisasi, terutama dalam seni sastra seperti puisi Bahasa Sumbawa.
“Kongres ini penting untuk memperkaya Basa Samawa agar tetap relevan dan berkembang,” ujarnya.
Sultan Sumbawa Muhammad Kaharuddin IV turut berbicara, menegaskan bahwa Basa Samawa tak dapat dipisahkan dari Adat Sumbawa. Istilah “taket ko Nene kangila boat lenge” dianggap penting sebagai pedoman hidup, bukan hanya bagi Tau Samawa, melainkan juga untuk seluruh umat manusia menghadapi perubahan dunia.
Asisten Administrasi Umum Kabupaten Sumbawa, Ir. Dirmawan, menggarisbawahi tantangan besar dalam pelestarian Basa Samawa di era globalisasi. Dirmawan menekankan perlunya standarisasi dan pengoptimalan bahasa untuk diajarkan kepada generasi saat ini dan mendatang.
“Variasi dialek seharusnya menjadi pemerkaya Basa Samawa, bukan pembeda,” tegasnya.
Kongres ini menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam pelestarian kebudayaan, dengan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2023 sebagai bukti pengakuan dari Pemerintah Pusat.
“Kita berharap kongres ini menjadi tonggak penting dalam memajukan dan melestarikan kekayaan budaya Sumbawa,” pungkasnya. (01)












