Umum

Bapas Sumbawa Dorong Mantan Warga Binaan Jadi Mitra, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

31
×

Bapas Sumbawa Dorong Mantan Warga Binaan Jadi Mitra, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini

SUMBAWA, Bintangtv.id – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sumbawa mendorong perubahan paradigma dalam memandang mantan warga binaan. Melalui kolaborasi lintas sektor, Bapas berupaya menghapus stigma negatif di masyarakat sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi agar klien pemasyarakatan dapat kembali berperan aktif di tengah kehidupan sosial.

 

iklan

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bapas Kelas II Sumbawa, Rakhmadi Cahyono, dalam kegiatan kunjungan kerja perorangan Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan, S.T., di Aula Bapas Kelas II Sumbawa Besar, Senin (26/10/2026).

 

Kegiatan ini turut dihadiri, Waka 3 DPRD Zulfikar Demitry SH, MH, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Drs. Iwan Sofyan, perwakilan Sekretariat Bapperida, Dwi Rahayu, S.T., M.M., perwakilan Kejaksaan Negeri Sumbawa, akademisi Fakultas Agroindustri dan Sumber Daya Hayati Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), jajaran pejabat struktural Bapas, serta tamu undangan lainnya.

 

Dalam sambutannya, Rakhmadi menjelaskan bahwa Bapas memiliki peran strategis dalam memberikan pendampingan, pembimbingan, dan pengawasan terhadap klien pemasyarakatan, termasuk mereka yang menjalani program asimilasi, cuti bersyarat, pembebasan bersyarat, maupun cuti menjelang bebas.

 

Namun, menurutnya, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan. Stigma negatif masyarakat terhadap mantan warga binaan juga menjadi persoalan yang dapat menghambat proses reintegrasi sosial, terutama ketika mereka berusaha mendapatkan pekerjaan dan membangun kehidupan yang lebih baik.

 

Karena itu, Rakhmadi mengajak seluruh pihak untuk mengubah cara pandang terhadap klien pemasyarakatan. Mereka tidak seharusnya terus-menerus dipandang berdasarkan kesalahan masa lalu, tetapi perlu diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan berkontribusi bagi masyarakat.

 

“Besar harapan kami ke depannya, sebutan bagi mereka yang telah selesai menjalani masa pidananya dan menjadi klien di Bapas kita ubah. Istilah warga binaan atau mantan narapidana perlahan kita hilangkan, dan kita posisikan mereka sebagai mitra Bapas,” tegasnya.

 

Menurut Rakhmadi, penerimaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial. Dengan kesempatan dan dukungan yang memadai, klien pemasyarakatan diharapkan mampu membangun kepercayaan diri, memperoleh penghidupan yang layak, serta tidak kembali terjerumus dalam persoalan hukum.

 

Untuk mendukung upaya tersebut, Bapas Sumbawa menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa dan Universitas Teknologi Sumbawa.

 

Program pemberdayaan diarahkan pada sektor-sektor produktif, seperti pertanian, peternakan, perikanan, serta pelatihan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi klien untuk membangun usaha mandiri maupun memasuki dunia kerja.

 

Johan Rosihan Tekankan Pemulihan dan Kemandirian

 

Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan, menyatakan dukungannya terhadap upaya Bapas Sumbawa dalam memperkuat pemberdayaan dan pemulihan sosial klien pemasyarakatan.

 

Ia menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam sistem hukum, dari orientasi penghukuman semata menuju pendekatan yang turut memperhatikan pemulihan hubungan sosial dan kesempatan bagi seseorang untuk memperbaiki kehidupannya.

 

Johan juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup dan masa lalu masing-masing. Karena itu, seseorang yang telah menjalani proses hukum perlu diberikan ruang untuk memperbaiki diri dan kembali berkontribusi secara positif.

 

“Semua orang punya masa lalu, baik atau buruk. Yang dinilai adalah bagaimana ujung dari perjalanan hidupnya atau khusnul khatimah. Kami di DPR RI bersama Bapas, DPRD Sumbawa, Dinas Sosial, dan UTS tidak akan membiarkan bapak dan ibu berjalan sendiri dalam masa pemulihan ini,” ungkap Johan.

 

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pemasyarakatan, dan perguruan tinggi dalam menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

 

Kolaborasi Buka Peluang Ekonomi

 

Melalui kolaborasi lintas sektor, Bapas Sumbawa optimistis peluang kemandirian ekonomi bagi klien pemasyarakatan dapat semakin terbuka.

 

Dukungan di bidang pertanian, ketahanan pangan, serta pelatihan vokasi tematik menjadi bagian dari upaya membekali klien dengan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi ekonomi daerah.

 

Selain meningkatkan keterampilan, program tersebut diharapkan dapat membantu klien memperoleh akses terhadap peluang usaha dan pekerjaan. Dengan demikian, mereka tidak hanya mendapatkan pendampingan selama menjalani proses reintegrasi sosial, tetapi juga memiliki kesempatan nyata untuk membangun masa depan yang lebih baik.

 

Kegiatan kunjungan kerja tersebut dilanjutkan dengan penyerahan dukungan pendidikan secara simbolis, diskusi teknis mengenai penguatan program pemberdayaan, serta foto bersama sebagai bentuk komitmen sinergi lintas sektor di Kabupaten Sumbawa.

 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sumbawa Besar.

 

Melalui langkah ini, Bapas Sumbawa berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan, tetapi juga dari kemampuan klien untuk kembali menjalani kehidupan secara mandiri, produktif, dan diterima oleh masyarakat. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *