Politik pemerintahan

13 Organisasi Siap Bergerak, PKK dan PLAN Indonesia Dorong Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan di Sumbawa

8
×

13 Organisasi Siap Bergerak, PKK dan PLAN Indonesia Dorong Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan di Sumbawa

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan) yang digelar melalui kerja sama PLAN Indonesia dan TP PKK Kabupaten Sumbawa resmi berakhir, Selasa (20/10/2026).

 

iklan

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Oktober 2026, di Aula Sekretariat TP PKK Kabupaten Sumbawa ini menjadi langkah memperkuat kapasitas organisasi perempuan, penyandang disabilitas, dan generasi muda untuk terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan serta menghadapi dampak perubahan iklim.

 

Sebanyak 13 organisasi mengikuti pelatihan tersebut, yakni Korasa, BEM STKIP, BEM Universitas Samawa (UNSA), PMI, BEM Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Pramuka, Sumbawa Cinema Society, TP PKK Kabupaten Sumbawa, Forum Anak Sumbawa, Forum Disabilitas, Relawan Bencana MDMC, Lingkara, dan SASAMBO.

 

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dekan Fakultas Kesehatan UNSA, Dr. Ieke Wulan Ayu, serta perwakilan TP PKK Kabupaten Sumbawa, dr. Hj. Nieta Ariani.

 

 

Project Coordinator CERAH NTB, Abdul Rohman, menjelaskan, pelatihan hari kedua difokuskan pada pematangan usulan kegiatan lapangan yang akan dilaksanakan oleh masing-masing organisasi peserta.

 

Menurutnya, setiap organisasi didorong merancang kegiatan sesuai dengan kapasitas dan bidang masing-masing, tetapi tetap berorientasi pada pelestarian lingkungan, pengelolaan air bersih, mitigasi bencana, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim.

 

“Kami ingin melihat kegiatan-kegiatan menarik yang akan dilaksanakan oleh 13 organisasi ini, terutama yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan mendukung program Hijau Lestari Pemerintah Kabupaten Sumbawa,” jelasnya.

 

Ia mengatakan, Program CERAH mengedepankan kolaborasi ant organisasi agar upaya pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.

 

Melalui dukungan PLAN Indonesia, organisasi peserta juga berpeluang mendapatkan dukungan anggaran untuk merealisasikan kegiatan lapangan yang telah direncanakan.

 

Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah maupun sektor swasta diharapkan dapat memperluas jangkauan program sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

 

Abdul Rohman menambahkan, bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan cukup beragam, mulai dari aksi pelestarian alam, pengelolaan air bersih, mitigasi bencana, hingga pembuatan film dokumenter mengenai perubahan iklim.

 

Hasil kegiatan tersebut nantinya akan dikampanyekan melalui komunitas masing-masing dan diperkenalkan kepada masyarakat luas untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Jarot, SE, berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui aksi nyata di lapangan.

 

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari keikutsertaan peserta dalam pelatihan, melainkan dari sejauh mana kegiatan yang dirancang mampu memberikan manfaat dan perubahan positif bagi masyarakat.

 

“Harapan kami, kegiatan ini bukan hanya seremonial. Setelah mengikuti pelatihan, semuanya harus dipraktikkan di lapangan. Jangan hanya datang, duduk, dan mengikuti acara, tetapi tidak ada tindak lanjut yang memberikan manfaat,” tegasnya.

 

Ida Fitria juga mengingatkan agar seluruh organisasi peserta memiliki komitmen untuk menjaga dan merawat hasil kegiatan yang dilaksanakan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

 

Ia mencontohkan, apabila kegiatan yang dilakukan berupa penanaman pohon, peserta tidak boleh berhenti setelah menanam, tetapi harus memastikan pohon tersebut dirawat hingga tumbuh dengan baik.

 

“Semua pekerjaan yang dilaksanakan nanti harus dijaga dan dirawat sampai terlihat hasilnya. Apa yang kita lakukan harus benar-benar membawa manfaat dan bisa dirasakan masyarakat,” harapnya.

 

Melalui Program CERAH, keterlibatan 13 organisasi ini diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam membangun kesadaran lingkungan, memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim, serta mendukung terwujudnya lingkungan yang lestari di Kabupaten Sumbawa. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *