Politik pemerintahan

Bupati Sumbawa Bidik Samota Jadi KEK Pariwisata Premium, Dari Moyo hingga Tambora

15
×

Bupati Sumbawa Bidik Samota Jadi KEK Pariwisata Premium, Dari Moyo hingga Tambora

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Bintangtv.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai memperkuat langkah pengusulan Kawasan Samota sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan menawarkan konsep pariwisata premium berbasis ekonomi biru.

Langkah tersebut dilakukan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., melalui audiensi bersama Dewan Nasional KEK di Kantor Dewan Nasional KEK, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

iklan

Audiensi yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Sumbawa mempercepat proses pengusulan KEK Ekonomi Biru di kawasan Samota yang mencakup Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Tambora.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sumbawa didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Dr. Budi Prasetiyo, Wakil Ketua I DPRD Sumbawa H. Berlian Rayes, Wakil Ketua III DPRD Sumbawa Zulfikar Demitry, Kepala Bapperida Dr. Dedy Heriwibowo, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bapperida serta Kepala Bidang Tata Ruang.

Rombongan Pemkab Sumbawa diterima Wakil Ketua II Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK Ir. Budi Santoso, Dipl, HE dan Kepala Biro Perencanaan dan Pembentukan KEK Paulus Riyanto.

Dalam paparannya, Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa daerah memiliki beragam potensi dan karakteristik wilayah yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian apabila dikelola melalui skema KEK.

“ Kabupaten Sumbawa memiliki beragam potensi dan karakteristik wilayah yang dapat memberikan nilai tambah maksimal bagi perekonomian daerah jika dikelola dengan skema Kawasan Ekonomi Khusus,” ujar Bupati.

Salah satu konsep yang ditawarkan adalah pengembangan pariwisata premium di kawasan Samota. Bupati menyebut kawasan tersebut memiliki daya tarik yang saling terhubung, mulai dari Pulau Moyo hingga kawasan Tambora.

Setidaknya terdapat tujuh keistimewaan yang menjadi modal pengembangan Samota. Di antaranya Pulau Moyo yang eksotis dan memiliki reputasi internasional, Pulau Satonda di Kabupaten Dompu, Teluk Saleh yang dikenal sebagai akuarium raksasa dunia sekaligus kawasan cagar biosfer, habitat hiu paus, gugusan pulau-pulau kecil untuk wisata petualangan, arena Yacht Rally of Indonesia, serta jejak letusan Gunung Tambora yang pernah memberikan pengaruh terhadap iklim dunia.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi basis pengembangan kawasan wisata premium yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga mengintegrasikan konservasi, ekonomi biru, investasi dan pengalaman wisata berkelas.

Namun, Dewan Nasional KEK mengingatkan bahwa potensi besar tersebut harus diikuti kesiapan kawasan. Sejumlah aspek yang perlu dipersiapkan antara lain fokus sektor dan arah pengembangan kawasan, kesiapan investor, kesiapan lahan serta kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Kesiapan tersebut menjadi bagian penting agar pengembangan KEK tidak berhenti pada tahap usulan, tetapi dapat diwujudkan dan beroperasi secara berkelanjutan.

Dewan Nasional KEK juga menyatakan kesediaannya memberikan pendampingan kepada Pemkab Sumbawa dalam penyusunan kriteria kesiapan atau readiness criteria KEK sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus.

Menindaklanjuti hasil audiensi tersebut, Pemkab Sumbawa akan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah bersama Dewan Nasional KEK. Pemerintah daerah juga akan menyiapkan Investment Project Ready to Offer (IPRO), readiness criteria serta melakukan benchmarking terhadap KEK pariwisata premium yang telah berjalan di sejumlah daerah.

Selain itu, Pemkab Sumbawa akan memanfaatkan momentum peningkatan status Teluk Saleh menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN). Penyusunan peningkatan status tersebut ditargetkan tuntas pada 2027 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Bagi Pemkab Sumbawa, integrasi antara potensi pariwisata Samota, ekonomi biru, investasi dan penguatan status kawasan strategis menjadi peluang untuk membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Dari Moyo, Teluk Saleh hingga Tambora, kawasan Samota diproyeksikan tidak sekadar menjadi destinasi wisata, tetapi berkembang sebagai kawasan ekonomi yang mampu menghubungkan potensi kelautan, konservasi, petualangan dan pariwisata premium dalam satu kesatuan pengembangan kawasan. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *