Sumbawa, Bintangtv.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengajak Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumbawa menjadikan sekolah sebagai pusat gerakan penghijauan melalui program satu anak satu pohon. Gerakan ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menanamkan karakter dan kepedulian terhadap alam sejak dini.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri sekaligus membuka Konferensi Kerja II PGRI Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 di Gedung Dea Guru PGRI Kabupaten Sumbawa, Sabtu (26/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, membangun mental, dan menentukan masa depan generasi muda.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pengurus dan anggota PGRI yang terus berkontribusi dalam pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi PGRI sebagai rumah besar bagi para guru yang selama ini menjadi bagian penting dalam mencetak generasi penerus daerah.
“Pahlawan tanpa jasa, tapi banyak jasa. Siapa yang bilang guru pahlawan tanpa jasa? Jasa guru luar biasa, tertulis maupun tidak tertulis,” tegasnya.
Menurut Jarot, keberhasilan seseorang tidak terlepas dari peran guru yang mendidik dan membimbing sejak usia dini. Selain orang tua, guru TK, SD, dan SMP memiliki tanggung jawab besar dalam membangun karakter serta membentuk fondasi kepribadian anak.
Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Bupati mengingatkan bahwa peran guru tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Kemudahan memperoleh informasi melalui internet dan AI, menurutnya, tetap membutuhkan sentuhan manusia dalam membangun motivasi, semangat, dan ketahanan mental peserta didik.
“Ketika anak-anak sudah mulai jenuh, lelah, tidak bisa menjawab, yang bisa memotivasi dan menjawab adalah guru-guru hebat ini. Jangan menyerah, Nak. Jangan putus asa, Nak. Kamu pasti bisa. Di AI tidak bisa itu,” ungkapnya.
### PGRI Didorong Jadi Penggerak Sumbawa Hijau Lestari
Selain menyoroti dunia pendidikan, Bupati Jarot mengajak PGRI mengambil bagian dalam menyukseskan program Sumbawa Hijau Lestari, yang menjadi salah satu arah pembangunan daerah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan manusia dan kelestarian lingkungan.
Program tersebut diarahkan pada tiga langkah utama, yakni melindungi kawasan hutan yang masih utuh, menyelamatkan kawasan yang mulai mengalami kerusakan, serta melakukan penanaman kembali pada kawasan yang telah rusak.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah membentuk satuan tugas perlindungan hutan.
Bupati menilai dunia pendidikan memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran lingkungan secara berkelanjutan, terutama melalui keterlibatan langsung para siswa dalam kegiatan penghijauan.
“Saya minta diprogramkan sekolah-sekolah menanam pohon: satu anak satu pohon,” katanya.
Penanaman pohon, lanjutnya, dapat dilakukan di lingkungan sekolah, masjid, maupun fasilitas umum apabila sekolah tidak memiliki lahan yang memadai. Namun, kegiatan tersebut harus disertai komitmen untuk merawat tanaman hingga tumbuh dengan baik.
Dengan demikian, gerakan penghijauan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.
### Paparkan Sejumlah Agenda Pembangunan Daerah
Dalam sambutannya, Bupati juga memaparkan sejumlah agenda pembangunan Kabupaten Sumbawa, mulai dari pengembangan industri garam, perikanan terpadu, peternakan unggas terintegrasi, hingga investasi di sektor pertambangan.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa, katanya, telah menyiapkan kawasan untuk mendukung pengembangan industri garam dan berharap daerah tersebut dapat menjadi salah satu sentra produksi garam nasional.
Di bidang pendidikan, Bupati menyampaikan perkembangan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Sumbawa dengan kuota yang direncanakan mencapai ribuan peserta didik. Program ini diharapkan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Bupati juga memaparkan rencana pembangunan fasilitas pertahanan, termasuk Batalyon Marinir dan Korem di Pulau Sumbawa, serta percepatan elektrifikasi bagi desa-desa yang belum menikmati jaringan listrik PLN.
Berbagai agenda tersebut, menurutnya, membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pendidik.
### Pendidikan Karakter dan Pengabdian untuk Generasi Mendatang
Pada kesempatan yang sama, Bupati mengajak para guru mendorong peserta didik membangun kebiasaan positif melalui kegiatan keagamaan, salah satunya salat Subuh berjamaah di masjid.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepedulian sosial anak-anak.
“Kalau bisa dianjurkan tidak perlu setiap Subuh, minimal satu kali seminggu salat Subuh berjamaah anaknya di masjid,” ujarnya.
Bupati juga mengaitkan gerakan penghijauan dan pendidikan karakter dengan nilai pengabdian serta amal jariyah, yakni berbagai kegiatan positif yang manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
Di akhir sambutannya, Jarot berharap Konferensi Kerja II PGRI Kabupaten Sumbawa mampu menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang konkret, realistis, serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar, bertanya, mencoba, dan berkembang,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan atas pengabdian mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (01)












