Sumbawa, Bintangtv.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat komitmen dalam memajukan dan melestarikan budaya daerah melalui pengembangan festival berbasis potensi lokal. Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat Festival Pesona Moyo Utara 3 resmi dibuka di Kecamatan Moyo Utara, Sabtu (29/8/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., yang hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa festival daerah tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Festival harus menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya, sejarah dan potensi setiap desa sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Menurutnya, Kecamatan Moyo Utara memiliki beragam potensi yang dapat terus dikembangkan. Enam desa di wilayah tersebut dinilai memiliki karakter dan kekayaan masing-masing yang menjadi bagian dari khazanah budaya Sumbawa.
“Banyak cerita di masing-masing desa. Ada enam desa di Moyo Utara yang punya karakter, punya potensi dan tentu saja ini akan terus kita gali,” ujar Budi.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendorong setiap kecamatan memiliki festival dengan ciri khas masing-masing. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi membangun kalender event daerah sekaligus memperkuat promosi budaya dan pariwisata.
“Jadi tiap-tiap kecamatan kita support untuk pembiayaannya sehingga Sumbawa dalam 24 kecamatan punya festival yang tentu saja mudah-mudahan sebagai trigger, pengungkit pariwisata kita,” katanya.
Budi menegaskan, pengembangan budaya daerah semakin penting seiring dengan rencana Kabupaten Sumbawa menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun 2028.
Menurutnya, momentum tersebut harus dipersiapkan sejak dini dengan memperkuat identitas daerah, menjaga warisan budaya, serta membenahi destinasi dan aksesibilitas wisata.
“Kita punya waktu sampai pada target kita di tahun 2028. Kita punya komitmen untuk memajukan ini semua, menciptakan sebuah iklim bahwa kita memang lahir sebagai kota pusaka dan banyak heritage yang memang harus kita lebih perkenalkan lagi,” ungkapnya.
Ia menilai kedatangan delegasi dari berbagai daerah di Indonesia pada momentum JKPI 2028 nantinya harus menjadi kesempatan bagi Sumbawa untuk menunjukkan kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki.
Karena itu, pemerintah daerah bersama masyarakat diminta terus mempersiapkan destinasi, akses menuju kawasan wisata, karakter budaya serta berbagai event daerah agar mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Festival Pesona Moyo Utara 3 sendiri dikemas dengan berbagai kegiatan, di antaranya Pekan Budaya dan Trabas. Kegiatan Trabas dinilai tidak hanya menjadi ajang olahraga dan ekspedisi, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan keindahan alam Moyo Utara.
Budi juga mendorong agar potensi budaya, sejarah dan alam di Moyo Utara terus dijaga dan dikembangkan, terlebih wilayah tersebut memiliki posisi strategis dengan adanya pengembangan jalur Samota.
Menurutnya, kawasan yang berada di jalur tersebut perlu ditata dan dikembangkan secara bersama-sama agar mampu memberikan pengalaman dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Pengembangan budaya dan pariwisata, lanjut Budi, juga harus berjalan beriringan dengan penguatan UMKM lokal. Produk kerajinan dan berbagai hasil ekonomi masyarakat harus mendapatkan ruang promosi dalam setiap kegiatan daerah.
“Yang terpenting bagaimana sebuah iklim pariwisata kita tonjolkan termasuk juga bagaimana kita mengungkit UMKM-UMKM kita, terutama kerajinan-kerajinan lokal kita bisa kita promosikan dalam sarana mengembangkan perekonomian kita,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Festival ini harus dirasa langsung oleh masyarakat. Kita harus melihat bahwa masyarakat harus ramai datang bersama-sama memadati arena ini untuk kita bisa melihat bahwa festival ini juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Di tengah perkembangan era digital, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan para konten kreator untuk memperluas promosi budaya dan pariwisata Sumbawa melalui media sosial.
Budi berharap para kreator lokal ikut mengambil peran dalam mengangkat berbagai kegiatan festival, destinasi wisata, budaya dan potensi daerah agar semakin dikenal masyarakat luas.
“Bagaimana kita bisa memberikan informasi terhadap kehadiran Festival Pesona Moyo kalau kita tidak mempublikasikannya dengan baik. Oleh sebab itu saya yakin konten-konten kreator kita luar biasa,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap Festival Pesona Moyo Utara dapat terus dipertahankan dan dikembangkan dengan inovasi yang semakin menarik. Tidak hanya menjadi agenda tahunan, festival diharapkan mampu menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa menjadikan budaya daerah sebagai kekuatan pembangunan, memperkuat identitas daerah, serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tumbuh bersama masyarakat. (01)












