Politik pemerintahan

Dinas Dikbud Bidang Kebudayaan Gelar Festival Malala 1448 H,  Tampilkan Aneka Minyak Tradisional Khas Sumbawa

32
×

Dinas Dikbud Bidang Kebudayaan Gelar Festival Malala 1448 H,  Tampilkan Aneka Minyak Tradisional Khas Sumbawa

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Suasana semarak menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah mewarnai pelaksanaan Festival Malala, tradisi budaya masyarakat Sumbawa yang digelar pada 16 Juni 2026. Festival ini menjadi wadah bagi para sandro atau tabib tradisional dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa untuk menampilkan keahlian mereka dalam meracik minyak tradisional khas Tau Samawa.

 

iklan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Sutan Syahril, mengatakan Festival Malala merupakan salah satu tradisi yang terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Sumbawa.

 

“Festival ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat Tau Samawa. Tradisi ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda,” ujarnya, (17/6/2026).

 

Dalam festival tersebut, para sandro memperagakan proses pembuatan minyak tradisional menggunakan berbagai bahan alami, seperti kelapa, akar-akaran, serta rempah-rempah pilihan. Seluruh proses dilakukan dengan teknik yang diwariskan secara turun-temurun, mencerminkan pengetahuan tradisional yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumbawa sejak lama.

 

Kemampuan para sandro dalam meracik minyak tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan para tamu yang hadir. Selain menunjukkan keterampilan mengolah bahan-bahan herbal, mereka juga memperlihatkan nilai-nilai kearifan lokal yang masih terjaga hingga saat ini.

 

Festival Malala tidak hanya dimaknai sebagai tradisi pembuatan minyak herbal, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas kekayaan alam yang dimiliki. Tradisi ini mencerminkan komitmen masyarakat Tau Samawa dalam menjaga, merawat, dan mewariskan budaya leluhur kepada generasi penerus.

 

Melalui penyelenggaraan Festival Malala setiap peringatan Tahun Baru Islam, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap tradisi ini terus hidup sebagai ruang ekspresi budaya, memperkuat identitas masyarakat Tau Samawa, sekaligus menjadi daya tarik dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan pengobatan tradisional khas Sumbawa kepada masyarakat luas. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *