KSB

Kadis LH Kumpulkan Lurah se-Kecamatan Taliwang, Percepat Penanganan Sampah

12
×

Kadis LH Kumpulkan Lurah se-Kecamatan Taliwang, Percepat Penanganan Sampah

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat|Bintangtv.id-Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat, Nur Rahmadin, S.Pd., M.M.Inov., mengumpulkan seluruh lurah di Kecamatan Taliwang untuk membahas percepatan penanganan persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat pada Senin (13/7/2026) tersebut difokuskan pada penyusunan data timbulan sampah serta kebutuhan armada pengangkut di wilayah perkotaan Taliwang.

iklan

Dalam arahannya, Aku Nur Rahmadin mengatakan bahwa kebutuhan armada pengangkut sampah, khususnya kendaraan roda tiga (tosa), menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, hasil rapat bersama Bupati Sumbawa Barat menyimpulkan bahwa armada yang tersedia saat ini masih belum mampu mengakomodasi volume sampah yang dihasilkan masyarakat di wilayah Kota Taliwang.

“Hasil rapat bersama Bupati menunjukkan bahwa penambahan armada tosa sangat dibutuhkan di Kecamatan Taliwang karena jumlah kendaraan yang ada saat ini belum mencukupi untuk mengangkut seluruh sampah yang dihasilkan masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta seluruh lurah segera melakukan pendataan jumlah rumah tangga, toko, dan sekolah di wilayah masing-masing. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk menghitung volume sampah yang dihasilkan setiap kelurahan sehingga pemerintah dapat menyesuaikan kebutuhan armada pengangkut secara lebih tepat.

“Saya meminta seluruh lurah segera mengumpulkan data jumlah rumah tangga, toko, dan sekolah. Data ini penting untuk mengetahui volume sampah yang dihasilkan sehingga penempatan armada pengangkut dapat dilakukan sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Selain melakukan pendataan, DLH juga telah menyiapkan skema penempatan armada yang tersedia. Dari tujuh unit armada yang dimiliki, sebagian akan dioperasikan di wilayah kelurahan, sementara tiga unit lainnya ditempatkan di titik-titik strategis. Satu unit akan dialokasikan untuk mendukung program MBG, satu unit melayani wilayah Kecamatan Brang Rea, sedangkan armada lainnya akan digunakan untuk mendukung kebutuhan mitra, seperti PLTU dan ASDP.

Aku Nur Rahmadin mengakui hingga saat ini pihaknya masih menerima banyak keluhan masyarakat terkait lambatnya proses pengangkutan sampah. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena keterbatasan armada yang belum sebanding dengan jumlah penduduk dan volume sampah yang harus diangkut setiap hari.

“Hingga hari ini masih banyak masyarakat yang mengeluhkan lambatnya pengangkutan sampah. Padahal jika disesuaikan dengan jumlah penduduk, seluruh sampah yang dihasilkan seharusnya dapat terangkut dengan baik. Karena itu, pembenahan sistem dan penambahan armada menjadi kebutuhan yang mendesak,” pungkasnya.(02)