Sumbawa barat|Bintangtv.id-Upaya pencarian terhadap seorang penumpang KMP Belida yang dilaporkan melompat ke laut saat pelayaran dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano terus dilakukan oleh tim gabungan. Memasuki hari ketiga pencarian, aparat kepolisian bersama unsur terkait menggelar apel kesiapan dan melanjutkan penyisiran di sejumlah titik perairan sekitar Selat Alas, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan pencarian tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Tano, IPDA Rino Ansori, S.H.,bersama personel Polsek KPL Tano, Satuan Polairud, TNI Angkatan Laut, serta Basarnas.
Dalam arahannya, Kapolsek KPL Tano menekankan pentingnya keselamatan seluruh personel selama proses pencarian. Ia mengingatkan bahwa kondisi cuaca di lokasi operasi kerap berubah secara tiba-tiba sehingga setiap personel harus tetap waspada dan mengutamakan faktor keamanan.
Selain itu, tim juga akan memperluas area pencarian hingga wilayah perairan Kayangan serta memberikan imbauan kepada para nelayan yang beraktivitas di laut agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Ipda Rino juga meminta seluruh personel memastikan kelengkapan perlengkapan keselamatan sebelum bertugas dan melakukan pembagian tugas sesuai wilayah pencarian yang telah ditentukan.
Tim gabungan mulai bergerak melakukan pencarian menggunakan tiga unit kapal boat milik Polsek KPL Tano, Polairud, dan Basarnas.
Penyisiran dilakukan di wilayah perairan Kertasari, sekitar perairan Pulau Panjang, kawasan Pulau Kenawa, Pulau Nyamuk, Pulau Kalong, dan wilayah perairan sekitarnya.
Korban diketahui merupakan penumpang KMP Belida yang diduga melompat ke laut pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, sekitar pukul 22.25 WITA saat kapal tengah berlayar dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano.
Namun hingga pukul 13.00 WITA, pencarian terpaksa dihentikan sementara akibat cuaca buruk serta kondisi arus laut yang kuat dan tidak stabil. Dari hasil penyisiran yang dilakukan oleh seluruh tim gabungan, korban belum berhasil ditemukan.
Operasi pencarian dijadwalkan akan kembali dilanjutkan pada Rabu, 24 Juni 2026 besok, dengan harapan korban segera dapat ditemukan.(02)












