Politik pemerintahan

PT BPR NTB Sumbang Deviden Rp40, 9 Miliar Bagi PAD Sumbawa

13
×

PT BPR NTB Sumbang Deviden Rp40, 9 Miliar Bagi PAD Sumbawa

Sebarkan artikel ini

 

 

iklan

Sumbawa, Bintangtv.id- Pemkab Sumbawa, mencatat hingga akhir tahun 2025 PT BPR NTB sudah mampu memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp40, 9 miliar meningkat cukup signifikan dibanding tahun lalu.

 

“Kami sangat apresiasi capaian kinerja PT BPR NTB karena sudah mampu berkontribusi maksimal bagi PAD. Kami juga akan tetap melakukan evaluasi atas capaian tersebut,” kata Kabag Ekonomi dan sumber daya alam, Ivan Indrajaya, (13/5/2026).

 

Ivan melanjutkan, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2025 terungkap kontribusi PT BPR NTB terhadap deviden Sumbawa terus meningkat. Bahkan berdasarkan data pada tahun buku 2024 BPR NTB mampu memberikan deviden Rp2,4 miliar dan di tahun 2025 menjadi Rp4,09 miliar.

 

“Peningkatan menjadi sinyal positif terhadap pertumbuhan kinerja perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi sektor perbankan daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), ” ucapnya.

 

Ivan menyebutkan, total penyertaan modal Pemkab Sumbawa ke BPR NTB mencapai sekitar Rp28,7 miliar. Nilai tersebut menjadikan Sumbawa terbesar kedua setelah Pemerintah Provinsi karena investasi daerah pada PT BPR NTB dinilai cukup strategis dan produktif.

 

“Tren kenaikan dividen setiap tahun menunjukkan bahwa penyertaan modal daerah mampu memberikan manfaat fiskal yang nyata bagi daerah,” ujarnya.

 

Seraya menambahkan, memberikan kontribusi terhadap PAD, pertumbuhan laba perusahaan juga terus menunjukkan tren positif. Sehingga hal tersebut menjadi dasar penting bagi daerah untuk kembali mempertimbangkan penambahan penyertaan modal dalam 5 tahun kedepan.

 

“Tentu dengan capaian deviden ini menjadi pertimbangan kami (pemerintah) untuk kembali melakukan penyertaan modal. Dan sesuai Raperda yang saat ini sedang berproses sebesar 30 persen,” jelasnya.

 

Adanya rencana PT BPR NTB untuk melakukan konversi menuju bank syariah lanjut Ivan tentu pemerintah akan merespon baik. Bahkan langkah tersebut diproyeksikan akan semakin memperkuat daya saing perusahaan, memperluas pangsa pasar, serta mendukung pengembangan pembiayaan UMKM dan ekonomi daerah berbasis syariah.

 

“Kami berharap PT BPR NTB terus menjaga pertumbuhan kinerja, tata kelola perusahaan yang sehat, serta mampu beradaptasi terhadap dinamika sektor jasa keuangan agar tetap menjadi salah satu instrumen strategis penguatan ekonomi daerah,” tukasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *