Politik pemerintahan

Pemda Sumbawa Perkuat Pendidikan Keagamaan, Wabup Ansori Tekankan Sinergi Ulama dan Umaro Bangun Generasi Emas

6
×

Pemda Sumbawa Perkuat Pendidikan Keagamaan, Wabup Ansori Tekankan Sinergi Ulama dan Umaro Bangun Generasi Emas

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Bintangtv.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sektor agama dan pendidikan keagamaan sebagai fondasi membentuk generasi berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.

 

iklan

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori saat menghadiri acara Purna Santri ke-7 dan penghargaan Hafizhah terbaik Pondok Pesantren Aisyah, Selasa (05/05/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Ponpes Aisyah itu turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kabag Kesra, Danramil 1607-01 Sumbawa, Kasat Linmas Polres Sumbawa, Kepala Dinas Dikbud, Kepala Kemenag, Kepala Kemenhaj, wali santri, serta pimpinan Pondok Pesantren Aisyah.

 

Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak dan nilai keagamaan.

 

“Jika pada hari-hari lain pondok ini diisi dengan proses belajar mengajar, maka hari ini adalah puncaknya. Hari yang ditunggu setelah anak-anak kita digembleng selama 5 hingga 6 tahun dengan ilmu, akhlak dan kedisiplinan,” ujar Wabup.

 

Ia memberikan apresiasi kepada para ustaz dan ustazah yang dinilai memiliki perjuangan besar dalam membina santri agar tumbuh menjadi generasi berilmu dan berakhlak mulia.

 

“Tugas ustaz dan ustazah bukan hal ringan. Tetapi karena dijalankan dengan ikhlas, maka lelah itu menjadi lillah dan amal jariyah. Ilmu yang ditanamkan di Ponpes Aisyah bukan sekadar investasi dunia, tetapi juga investasi akhirat,” tegasnya.

 

Wabup Ansori juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Ponpes Aisyah sejak awal pendiriannya saat dirinya masih bertugas di wilayah Lempeh.

 

Ia memuji pembinaan karakter di lingkungan pesantren, termasuk kebiasaan para santri menjalankan puasa Senin-Kamis yang menurutnya menjadi bagian penting dalam membangun generasi religius dan berdisiplin.

 

Pemerintah daerah, lanjutnya, sangat mengapresiasi sistem pendidikan berbasis *boarding school* yang diterapkan Ponpes Aisyah karena mampu membina santri selama 24 jam secara menyeluruh.

 

“Model pendidikan seperti ini terbukti menghasilkan lulusan unggul. Hampir 90 persen alumninya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Bahkan banyak perguruan tinggi membuka jalur khusus bagi hafiz Al-Qur’an,” ungkapnya.

 

Menurut Wabup, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang religius dan berintegritas.

 

“Kalau nanti hafiz-hafiz Al-Qur’an ini menjadi pemimpin atau pejabat, insyaallah mereka akan amanah. Inilah gambaran generasi emas 2045 yang kita cita-citakan,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga menyampaikan harapannya agar kawasan Ponpes Aisyah dapat berkembang menjadi kawasan pendidikan terpadu yang menyatu dengan masyarakat sebagai “kampung santri”.

 

Menurutnya, keberadaan ratusan santri tidak hanya berdampak pada pendidikan agama, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

 

“Inilah pondok pesantren modern. Tidak hanya membangun gedung, tetapi juga membangun manusia dan lingkungan,” jelasnya.

 

Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan keagamaan, Wabup meminta pihak pondok menyampaikan proposal kebutuhan sarana dan prasarana kepada dinas terkait.

 

“Insyaallah akan kita bantu sesuai kemampuan fiskal daerah,” ujarnya.

 

Menutup sambutannya, Wabup Ansori menekankan pentingnya sinergi antara ulama, umaro, dan masyarakat dalam membangun daerah serta menyelesaikan persoalan umat.

 

“Jika ulama dan umaro bersatu bersama masyarakat, maka persoalan umat akan lebih mudah kita selesaikan,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *