Politik pemerintahan

Dorong Agroforestri Berkelanjutan, Bupati Sumbawa Tegaskan Larangan Jagung di Kawasan Hutan

34
×

Dorong Agroforestri Berkelanjutan, Bupati Sumbawa Tegaskan Larangan Jagung di Kawasan Hutan

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, bintangtv.id– Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Agroforestri Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) yang berlangsung di Ruang Rapat Hotel Transit, Sumbawa, Kamis (09/04/2026).

 

iklan

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai pihak terkait yang memiliki peran dalam pengelolaan hutan dan lingkungan.

 

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa FGD ini menjadi langkah awal yang strategis dalam menyatukan arah kebijakan antara pemerintah daerah, provinsi hingga pusat. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor guna mewujudkan pengelolaan perhutanan sosial yang berkelanjutan.

 

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah memiliki sejumlah kebijakan yang mendukung kelestarian hutan, seperti upaya pencegahan illegal logging hingga program penghijauan melalui “Sumbawa Hijau Lestari”. Namun demikian, kebijakan tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak agar dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Melalui sinergi yang kuat, program agroforestri tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Bupati juga menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kebijakan tegas berupa larangan penanaman jagung di kawasan hutan, perhutanan sosial, dan tanah negara. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat alih fungsi lahan.

 

Ia menjelaskan, penggundulan hutan dapat memicu berbagai persoalan serius, mulai dari meningkatnya sedimentasi hingga berkurangnya sumber mata air. Kondisi ini dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan lingkungan dan infrastruktur vital.

 

“Jika kawasan pegunungan, khususnya di sekitar Bendungan Beringin Sila, terus mengalami kerusakan, maka sedimentasi akan semakin tinggi dan berdampak pada fungsi bendungan,” tegasnya.

 

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjalankan program-program lingkungan. Ia optimistis, dengan kerja sama yang solid, upaya kecil sekalipun akan memberikan dampak besar dan berkelanjutan.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan Kabupaten Sumbawa dapat menjadi contoh dalam sinkronisasi program agroforestri dan pengelolaan hutan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan daerah yang unggul, maju, dan sejahtera. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *