Headline

Bupati Sumbawa Barat Paparkan Program Kartu Sumbawa Barat Maju di APCAT Summit 2026

65
×

Bupati Sumbawa Barat Paparkan Program Kartu Sumbawa Barat Maju di APCAT Summit 2026

Sebarkan artikel ini

Jakarta | Bintangtv.id – Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., tampil sebagai salah satu pemateri pada forum internasional The 8th Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit 2026yang digelar di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (26/1/2026). Forum bergengsi ini mengusung tema “Together We Bring Health Solutions” dan dihadiri para pemimpin daerah serta pemangku kebijakan dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

APCAT Summit 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi praktik baik dan inovasi kebijakan daerah dalam pembangunan kesehatan berkelanjutan.

iklan

Dalam paparannya, Bupati Amar Nurmansyah mengungkapkan hasil Survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2025 yang menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga untuk rokok dan tembakau menempati urutan keempat dalam struktur konsumsi bulanan masyarakat, dengan porsi mencapai 12 persen. Sementara itu, berdasarkan Survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tingkat paparan rokok di Kabupaten Sumbawa Barat tercatat 43 persen, relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah daerah lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah menunjukkan komitmen kuat dalam pengendalian konsumsi rokok melalui penerbitan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sejak tahun 2016. Komitmen tersebut juga diperkuat dengan kebijakan lintas sektor, termasuk tidak memfasilitasi penanaman tembakau melalui sektor pertanian.

“Industri rokok memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Bupati dalam forum tersebut.

Sebagai langkah inovatif, Pemkab Sumbawa Barat mengembangkan Program Kartu Sumbawa Barat Maju. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) agar langsung menyentuh keluarga yang terdampak konsumsi rokok. Melalui integrasi data berbasis Kartu Keluarga (KK), pemerintah daerah dapat melakukan pemantauan, intervensi, dan edukasi secara lebih efektif.

Pelaksanaan program ini turut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga organisasi perempuan, sebagai mitra strategis dalam upaya pengurangan dampak rokok dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat. (02)