Politik pemerintahan

Bupati Sumbawa Sampaikan Penjelasan Penyertaan Modal PT. BPR NTB dalam Sidang Paripurna DPRD

138
×

Bupati Sumbawa Sampaikan Penjelasan Penyertaan Modal PT. BPR NTB dalam Sidang Paripurna DPRD

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa, Selasa (06/05/2025), menyampaikan penjelasan resmi mengenai rencana penyertaan modal dari Pemerintah Daerah kepada PT. BPR NTB (Perseroda).

 

iklan

Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja dan memperkuat perekonomian daerah, dengan fokus pada penguatan modal bagi UMKM, petani, dan masyarakat umum.

Dalam penjelasannya, Bupati H. Jarot mengungkapkan bahwa penyertaan modal kepada bank daerah ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja PT. BPR NTB serta memperkuat posisi tawar Kabupaten Sumbawa di tingkat regional. Penyertaan modal tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengembangan dan peningkatan kinerja Kantor Cabang PT. BPR NTB di Sumbawa yang kini menempati tanah milik Pemkab Sumbawa dengan status pinjam pakai.

“Penyertaan modal ini memberikan sejumlah keuntungan, antara lain optimalisasi pengelolaan barang milik daerah, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penambahan dividen seiring bertambahnya kepemilikan saham oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Ini akan memperkuat posisi tawar Kabupaten Sumbawa sebagai pemegang saham terbesar kedua setelah Pemerintah Provinsi NTB,” ungkap Bupati.

Bupati H. Jarot juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa saat ini memiliki saham sebesar Rp19,6 miliar, atau sekitar 12,51% dari total saham PT. BPR NTB. Untuk memenuhi kebutuhan modal dasar perusahaan yang mencapai Rp500 miliar, Pemkab Sumbawa berencana menambah penyertaan modal, baik dalam bentuk uang maupun barang milik daerah.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa kajian bisnis yang dilakukan bersama tim Pemerintah Kabupaten Sumbawa menunjukkan bahwa penyertaan modal ini sangat layak. Kajian tersebut mencakup analisis kinerja operasional PT. BPR NTB dari berbagai perspektif, termasuk pertumbuhan, bisnis internal, pelanggan, dan keuangan. Hasilnya, PT. BPR NTB dinilai memiliki kinerja operasional yang baik, didukung oleh kondisi perekonomian yang kondusif di Provinsi NTB dan iklim usaha perbankan yang stabil.

“Momentum pengembangan usaha bank ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah dan kebutuhan masyarakat. Kinerja keuangan PT. BPR NTB hingga 31 Desember 2024 juga tercatat cukup baik,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *