Politik pemerintahan

Dikes Sumbawa Fokus Tekan Kasus DBD, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kesadaran

231
×

Dikes Sumbawa Fokus Tekan Kasus DBD, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kesadaran

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sumbawa mengalami peningkatan pada tahun 2024. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, jumlah kasus DBD tercatat sebanyak 385 kasus, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 325 kasus.

 

iklan

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, menyebutkan bahwa kenaikan kasus ini salah satunya disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

 

“Kesadaran masyarakat akan bahaya DBD menurun, terutama di kawasan padat penduduk. Kebiasaan buruk seperti membuang sampah sembarangan menjadi penyebab utama genangan air, yang kemudian menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus,” jelas Sarip, Selasa (7/1/2025).

 

Dikes mencatat, kasus DBD tertinggi biasanya terjadi antara bulan Desember hingga Februari, dengan wilayah terdampak terbesar di Kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas, Moyo Hilir, dan Unter Iwes. Meski demikian, kasus kematian akibat DBD berhasil ditekan dalam empat tahun terakhir. Tahun 2023 dan 2024 tidak ada laporan kematian, dibandingkan dengan empat kasus kematian di tahun 2021 dan dua kasus pada tahun 2022.

 

Sarip mengimbau masyarakat untuk lebih aktif menjaga lingkungan, terutama saat musim hujan. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan meliputi:

  • Menguras bak mandi secara rutin.
  • Menutup tempat penampungan air dengan rapat.
  • Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan air.
  • Tidak membuang sampah sembarangan.

 

Sarip juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala DBD, seperti demam tinggi hingga 40 derajat Celsius, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, ruam, serta sakit di belakang mata. Gejala biasanya muncul 4–10 hari setelah gigitan nyamuk.

 

“Jika ada gejala, segera periksakan ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

 

Dikes Kabupaten Sumbawa berharap, dengan peningkatan kesadaran masyarakat dan sinergi antara pemerintah serta warga, kasus DBD dapat ditekan sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *