Politik pemerintahan

Bupati Sumbawa Resmikan Program Integrasi Layanan Kesehatan Primer untuk Tingkatkan Sistem Kesehatan Nasional

331
×

Bupati Sumbawa Resmikan Program Integrasi Layanan Kesehatan Primer untuk Tingkatkan Sistem Kesehatan Nasional

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id– Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, membuka acara Sosialisasi dan Kick Off Implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) Kabupaten Sumbawa tahun 2024, pada Kamis (19/12/2023) di Aula La Grande.

 

iklan

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Kesehatan, para kepala OPD, camat, dan kepala desa.

 

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Junaidi, S.Si., M.Si., A.Pt., menjelaskan bahwa tujuan ILP adalah mendekatkan akses dan layanan kesehatan yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, hingga paliatif. Fokus utama integrasi ini meliputi:

1. Pendekatan berdasarkan siklus hidup untuk memperkuat layanan promotif dan preventif.

2. Memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke tingkat desa dan dusun.

3. Pemanfaatan digitalisasi untuk memantau situasi kesehatan setiap desa melalui dashboard.

Saat ini, 26 Puskesmas di Kabupaten Sumbawa telah menerapkan konsep ILP dengan penataan pelayanan berdasarkan klaster, seperti layanan ibu dan anak, usia dewasa, hingga penanggulangan penyakit menular.

 

Pada tahun 2024, sebanyak 26 desa akan menjadi lokus implementasi ILP, dengan target mencakup seluruh desa pada tahun 2025.

 

Bupati Sumbawa dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi layanan kesehatan primer menjadi salah satu pilar penting untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.

 

“Melalui program ini, kita ingin memastikan layanan kesehatan yang berkualitas, mudah diakses, dan berkelanjutan tersedia di seluruh fase kehidupan masyarakat,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Bupati mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai, seperti pembangunan 10 Puskesmas baru, rehabilitasi 11 Puskesmas Pembantu, akreditasi 77% Puskesmas dengan status Paripurna, penurunan prevalensi stunting dari 31,53% (2018) menjadi 25,7% (2023), hingga berbagai penghargaan di tingkat nasional dan provinsi.

 

Bupati juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, seperti rekam medis elektronik dan dashboard pemantauan kesehatan, untuk memastikan intervensi cepat dan tepat sasaran.

 

“Semua capaian ini adalah hasil dari kerja keras dan kolaborasi kita bersama. Mari kita terus bergerak bersama untuk mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas dan berkesinambungan,” tutupnya.

 

Dengan program ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Sumbawa dapat menikmati layanan kesehatan yang lebih baik dan merata, sekaligus memperkuat ketahanan terhadap pandemi di masa mendatang. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *