Umum

Lapas Sumbawa Ajak Siswa SMAN Melihat Wajah Pemasyarakatan yang Humanis

30
×

Lapas Sumbawa Ajak Siswa SMAN Melihat Wajah Pemasyarakatan yang Humanis

Sebarkan artikel ini

SUMBAWA, Bintangtv.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sumbawa Besar membuka pintu bagi generasi muda. Puluhan siswa-siswi SMAN 1 Sumbawa Besar mengikuti study tour ke Lapas Sumbawa Besar, Rabu (7/10/2026).

 

iklan

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk melihat langsung aktivitas pembinaan warga binaan (WB), sekaligus mengenal lebih dekat wajah pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan.

 

Selama berada di dalam Lapas, para siswa diajak mengunjungi sejumlah lokasi pembinaan kemandirian. Rombongan melihat kebun Lapas yang menjadi tempat warga binaan belajar bercocok tanam dan mengembangkan keterampilan di bidang pertanian.

 

Para siswa kemudian melihat kolam lele yang dikelola warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan perikanan. Mereka juga mengunjungi dapur Lapas, tempat makanan bagi warga binaan disiapkan dengan memperhatikan kebersihan dan ketertiban.

 

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Ai Maja Lapas Sumbawa Besar, salah satu lahan pembinaan yang dimanfaatkan sebagai wadah warga binaan untuk mengasah keterampilan, membangun kemandirian dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar, Mahendra Sulaksana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membuka ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar dapat melihat langsung proses pembinaan di dalam Lapas.

 

“Pemasyarakatan hadir untuk memanusiakan manusia. Itu bukan sekadar kata-kata, tetapi kami wujudkan nyata di Lapas Sumbawa Besar, mulai dari pembinaan kemandirian di kebun, kolam lele, dapur, hingga Ai Maja,” ujarnya.

 

Menurutnya, Lapas tidak hanya menjadi tempat warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kembali keterampilan, sikap dan kemandirian agar mereka memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat.

 

“Kami juga membuka pintu selebar-lebarnya agar masyarakat, khususnya generasi muda, bisa melihat langsung bahwa WB diperlakukan secara manusiawi dan dibekali keterampilan untuk kembali ke tengah masyarakat,” katanya.

 

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan memperoleh pemahaman baru bahwa kehidupan di Lapas tidak hanya berkaitan dengan hukuman. Di balik tembok Lapas, terdapat berbagai program pembinaan yang diarahkan untuk membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih mandiri dan siap menjalani kehidupan setelah bebas.

 

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya menghapus stigma negatif terhadap pemasyarakatan. Pengalaman yang diperoleh para siswa diharapkan dapat menjadi pengetahuan yang dibagikan kepada teman, keluarga dan lingkungan sekitar.

 

Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar berkomitmen terus membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat dan dunia pendidikan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemasyarakatan yang lebih terbuka, transparan, akuntabel dan humanis. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *