Politik pemerintahan

Cegah Stunting di Sumbawa, Gerakan Orang Tua Asuh Mulai Digencarkan hingga Desa

11
×

Cegah Stunting di Sumbawa, Gerakan Orang Tua Asuh Mulai Digencarkan hingga Desa

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat gerakan bersama untuk menekan angka stunting. Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), pemerintah mengajak berbagai elemen masyarakat ikut terlibat langsung membantu keluarga yang memiliki risiko stunting.

 

iklan

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sumbawa, Junaedi, S.Si., Apt., M.Si., mengatakan persoalan stunting tidak mungkin ditangani pemerintah seorang diri.

 

“Penguatan gerakan tersebut sudah dibahas dalam pertemuan lintas sektor yang digelar di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Sumbawa, Kamis 27 Agustus 2026 lalu,” katanya, Rabu (2/9/2026).

 

Menurutnya, diperlukan gerakan bersama yang melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan secara berkelanjutan, terutama untuk memastikan keluarga berisiko mendapatkan dukungan sesuai kebutuhannya.

 

“Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi? Karena itu, kita perlu bergerak bersama-sama,” ujarnya.

 

Junaedi menyebut kondisi stunting di Sumbawa masih menjadi tantangan yang harus mendapat perhatian serius. Ia merujuk pada hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024 yang menunjukkan prevalensi stunting di Sumbawa masih perlu ditekan.

 

Persoalan tersebut, lanjutnya, tidak hanya menyangkut masalah kesehatan anak, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

 

Sumbawa memiliki proporsi penduduk usia produktif yang cukup besar. Kondisi ini menjadi peluang dalam menghadapi bonus demografi. Namun, peluang tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas kesehatan dan kapasitas sumber daya manusia sejak usia dini.

 

“Harapan kita bersama, anak-anak yang ada sekarang dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang sehat, berprestasi, berakhlak, dan mampu berkontribusi bagi Indonesia Emas 2045,” katanya.

 

Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori, menjelaskan, melalui Genting, Pemkab Sumbawa membuka ruang keterlibatan yang lebih luas bagi masyarakat, dunia usaha, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat hingga media.

 

Bantuan yang diberikan pun tidak sebatas pemberian makanan. Intervensi dapat disesuaikan dengan kondisi keluarga sasaran, mulai dari bantuan bahan pangan bergizi, pemenuhan kebutuhan dasar, penyediaan akses air bersih hingga edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi anak.

 

Adapun sasaran utama gerakan ini adalah keluarga yang memiliki risiko stunting, termasuk ibu hamil, ibu menyusui serta keluarga yang memiliki balita.

 

Pemkab Sumbawa berharap gerakan tersebut tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, tetapi dapat diperkuat hingga kecamatan dan desa. Dengan begitu, intervensi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan menyentuh langsung keluarga yang membutuhkan.

 

Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra, di antaranya Bank NTB dan perguruan tinggi.

 

Perguruan tinggi bahkan didorong mengambil peran melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang diarahkan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting.

 

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya menghasilkan bantuan sesaat. Lebih jauh, keluarga sasaran diharapkan mendapatkan pendampingan yang terarah sehingga mampu meningkatkan pengetahuan, pola asuh, pemenuhan gizi dan kualitas kesehatan anak secara mandiri.

 

Penguatan Genting sekaligus menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah bertindak sebagai penggerak dan koordinator, sementara masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi sosial dan mitra pembangunan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

 

Dengan semangat gotong royong tersebut, Pemkab Sumbawa menargetkan gerakan pencegahan stunting semakin kuat hingga tingkat paling bawah, sehingga upaya membangun generasi Sumbawa yang sehat dan berkualitas dapat dilakukan secara lebih terarah, tepat sasaran dan berkelanjutan. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *