Politik pemerintahan

AI Jadi Senjata Baru UMKM Sumbawa Tingkatkan Daya Saing Usaha

5
×

AI Jadi Senjata Baru UMKM Sumbawa Tingkatkan Daya Saing Usaha

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai didorong untuk memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumbawa.

 

iklan

Hal itu ditegaskan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat menghadiri kegiatan AI Ignition Training yang digelar di Aula H. Madelaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (1/9/2026).

 

Kegiatan yang diprakarsai KUMPUL dan AMMAN Mineral bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa tersebut berlangsung selama dua hari, 1–2 September 2026, dengan melibatkan 50 pelaku UMKM.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, sejumlah kepala perangkat daerah, serta perwakilan AMMAN Mineral dan KUMPUL.

 

Bupati Sumbawa mengatakan pelatihan AI tersebut merupakan bagian dari realisasi 12 program unggulan Jarot-Ansori, khususnya program ke-9 yang berfokus pada pendampingan dan penguatan UMKM.

 

Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut para pelaku usaha untuk terus belajar, berinovasi dan beradaptasi. Kemampuan memanfaatkan teknologi, termasuk AI, dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing usaha.

 

“Pelaku usaha harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar tetap memiliki daya saing. Kemajuan teknologi yang begitu cepat menuntut setiap pelaku usaha untuk terus berinovasi dan menyesuaikan diri. Kalau tidak mampu beradaptasi, keberlangsungan usaha bisa terancam,” tegas Bupati.

 

Bupati menyebut Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu dari tiga kabupaten di Nusa Tenggara Barat yang mendapat kesempatan menyelenggarakan pelatihan AI tersebut. Dua daerah lainnya yakni Kabupaten Sumbawa Barat dan Lombok Timur.

 

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas pelatihan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi peserta dalam mengembangkan usaha masing-masing.

 

Para peserta juga mendapatkan sertifikat setelah mengikuti kegiatan. Namun, Bupati mengingatkan agar sertifikat tidak dijadikan sebagai tujuan utama.

 

“Sertifikat hanya menjadi bukti dan legalitas bahwa seseorang telah mengikuti kegiatan. Manfaat sesungguhnya adalah bagaimana ilmu yang diperoleh bisa diterapkan untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.

 

Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM. Namun, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan mitra strategis.

 

“Kita membutuhkan dukungan semua pihak untuk membangun ekosistem dan sistem yang kuat bagi pengembangan UMKM di Kabupaten Sumbawa,” katanya.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., menilai perkembangan AI kini telah menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk penyelenggaraan pemerintahan.

 

Karena itu, aparatur sipil negara (ASN) juga dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan digital atau digital leadership serta memahami perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI.

 

Menurutnya, perubahan zaman yang semakin cepat dan dominasi generasi digital mengharuskan pemerintah ikut beradaptasi dengan teknologi serta kebutuhan masyarakat.

 

Pemanfaatan AI, kata Sekda, tidak hanya dapat meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk bekerja lebih efisien, memperluas pemasaran, meningkatkan kreativitas, serta mengembangkan strategi usaha yang lebih adaptif.

 

Melalui pelatihan tersebut, Pemkab Sumbawa berharap para pelaku UMKM tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkan AI sebagai alat untuk menciptakan inovasi dan memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan yang semakin ketat. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *