KSB

MPC Pemuda Pancasila KSB Dorong Barampok Jadi Olahraga Rekreasi

5
×

MPC Pemuda Pancasila KSB Dorong Barampok Jadi Olahraga Rekreasi

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat|Bintangtv.id- Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendorong permainan rakyat Barampok kembali dihidupkan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya masyarakat Tanah Samawa. Gagasan tersebut dibahas melalui sarasehan budaya yang digelar MPC Pemuda Pancasila KSB pada Kamis (3/9/2026).

Ketua MPC Pemuda Pancasila KSB, Gusti Lanang Mediar, mengatakan pelestarian Barampok tidak cukup hanya dengan menghidupkan kembali permainannya. Menurut dia, perlu dilakukan kajian menyeluruh, terutama menyangkut aspek keselamatan, dampak, risiko, nilai budaya, serta kemungkinan pengembangannya sebagai olahraga rekreasi masyarakat.

iklan

“Kegiatan ini memang memiliki risiko. Karena itu, kami ingin meriset dampak dan risikonya terlebih dahulu. Melalui Pemuda Pancasila, kami ingin menjadi akar atau tanah Samawa agar nantinya kegiatan ini dapat menjadi inorga pada cabang olahraga di Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia,” kata Gusti Lanang.

Ia menjelaskan, gagasan tersebut merupakan langkah awal untuk memastikan Barampok dapat dikembangkan secara lebih terarah tanpa menghilangkan identitas dan nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Bagi MPC Pemuda Pancasila KSB, kata Gusti Lanang, perkembangan zaman tidak semestinya membuat permainan tradisional kehilangan tempat di tengah masyarakat. Sebaliknya, tradisi perlu dikaji dan dikembangkan agar tetap relevan dengan kehidupan generasi saat ini.

“Jangan sampai karena perkembangan zaman, permainan rakyat seperti Barampok hanya menjadi cerita masa lalu. Kita ingin menggali kembali bagaimana permainan ini, nilai-nilainya, filosofinya, dan bagaimana bisa dikembangkan dengan tetap menjaga akar budayanya,” ujarnya.

Menurutnya, upaya menghidupkan kembali Barampok juga harus mempertimbangkan karakter permainan serta potensi risiko yang ditimbulkan. Karena itu, penelitian dan kajian dinilai penting sebelum permainan tersebut diperkenalkan atau dikembangkan secara lebih luas.

“Kita tidak ingin hanya menghidupkan kembali permainan tanpa memikirkan keselamatan dan dampaknya. Harus ada kajian sehingga nantinya ketika dikembangkan, masyarakat bisa menikmati permainan ini dengan aman dan tetap sesuai dengan nilai adat,” katanya.

Gusti Lanang menilai, Barampok memiliki peluang untuk dikembangkan tidak hanya sebagai permainan rakyat, tetapi juga sebagai olahraga rekreasi masyarakat. Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal kembali budaya lokal melalui aktivitas yang bersifat edukatif, rekreatif, dan melibatkan interaksi sosial.

Ia menegaskan, pengembangan Barampok tidak berarti mengubah tradisi secara keseluruhan. Pendekatan kekinian diperlukan agar permainan tersebut dapat diterima oleh generasi muda, namun tetap mempertahankan nilai, filosofi, serta identitas budaya Tanah Samawa.

“Yang kita cari bukan sekadar bentuk permainannya, tetapi bagaimana nilai yang ada di dalam Barampok tetap hidup. Kalau perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih kekinian, tetapi jangan sampai akar budaya dan adatnya hilang,” tutur Gusti Lanang.

Sarasehan budaya tersebut menjadi forum awal untuk membahas berbagai aspek Barampok, mulai dari sejarah dan nilai budaya, adat istiadat, filosofi permainan, hingga peluang pengembangannya sebagai olahraga rekreasi masyarakat.

MPC Pemuda Pancasila KSB juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta pihak-pihak terkait lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menghasilkan formulasi pengembangan Barampok yang aman, menarik, sekaligus tetap berakar pada budaya Samawa.

Gusti Lanang berharap pembahasan mengenai Barampok tidak berhenti pada kegiatan sarasehan. Ia ingin kajian tersebut dapat dilanjutkan melalui riset dan langkah konkret sehingga permainan rakyat itu memiliki ruang untuk kembali berkembang di tengah masyarakat.

“Harapan kami Barampok tidak berhenti sebagai permainan rakyat masa lalu. Kita ingin generasi muda mengenalnya, memahami nilai yang terkandung di dalamnya, kemudian ikut melestarikannya. Tetapi semuanya harus dilakukan secara terukur dan melalui kajian yang matang,” ujarnya.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan menjadi bagian dari pelestarian identitas budaya Tanah Samawa. Dengan pendekatan yang tepat, Barampok dapat kembali menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus sarana mengenalkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal kepada generasi berikutnya.(02)