KSB

Menyongsong Pasca Tambang, Rahmad Hidayat Dorong Pemuda Sekongkang Bawah Kuasai Pariwisata,

24
×

Menyongsong Pasca Tambang, Rahmad Hidayat Dorong Pemuda Sekongkang Bawah Kuasai Pariwisata,

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat|Bintangtv.id-Ketika tambang tak lagi menjadi tumpuan, apa yang tersisa bagi masyarakat?

Pertanyaan itu bukan sekadar persoalan masa depan bagi warga Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Bagi bakal calon Kepala Desa Sekongkang Bawah, Rahmad Hidayat, persoalan tersebut justru harus dijawab jauh sebelum aktivitas pertambangan benar-benar berakhir.

iklan

Sebab, ketergantungan terhadap tambang, terutama di kalangan pemuda, tidak bisa diputus secara tiba-tiba. Masyarakat membutuhkan pilihan ekonomi baru. Dan pilihan itu, menurut Rahmad, salah satunya berada di depan mata: pariwisata.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari perhatian Rahmad dalam menyiapkan masyarakat Sekongkang Bawah menghadapi perubahan ekonomi pada masa mendatang. Ia melihat potensi pariwisata desa bukan sekadar sebagai pelengkap pembangunan atau destinasi yang menarik untuk dikunjungi, melainkan sebagai salah satu fondasi ekonomi masyarakat ketika sektor pertambangan perlahan memasuki masa akhirnya.

Di titik inilah pemuda ditempatkan sebagai aktor utama. Pemuda tidak cukup hanya menjadi tenaga kerja di sektor yang tersedia hari ini. Mereka perlu dipersiapkan untuk memiliki keterampilan dan kemampuan beradaptasi dengan sektor ekonomi baru.

Persoalan pascatambang kerap dibicarakan ketika kegiatan pertambangan sudah mendekati penghujung usia. Bagi Rahmad, pola semacam itu tidak boleh terjadi di Sekongkang Bawah. Persiapan harus dimulai ketika aktivitas ekonomi dari tambang masih berlangsung.

Alasannya sederhana. Ketika sebuah wilayah terlalu lama menggantungkan roda ekonominya pada satu sektor, perubahan pada sektor tersebut dapat memberikan dampak luas terhadap masyarakat. Karena itu, membangun sumber ekonomi alternatif sejak dini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Potensi wisata yang dimiliki desa dapat dikembangkan menjadi ruang ekonomi baru. Bukan hanya bagi pengelola destinasi, tetapi juga bagi pelaku usaha kecil, penyedia jasa, pekerja kreatif, hingga masyarakat yang terlibat langsung dalam pelayanan wisatawan.

Destinasi yang bagus membutuhkan manusia yang mampu mengelolanya. Wisatawan membutuhkan pelayanan. Pelaku usaha membutuhkan kemampuan berkomunikasi. Sementara pengelola destinasi membutuhkan sumber daya manusia yang memahami bagaimana menjadikan potensi lokal sebagai pengalaman wisata yang bernilai.

Karena itu, perhatian Rahmad tidak hanya diarahkan pada pembangunan sektor pariwisatanya, tetapi juga pada kesiapan manusianya.

Dalam gagasan Rahmad, pemuda Sekongkang Bawah memiliki posisi yang sangat penting. Generasi muda diharapkan tidak sekadar menjadi penonton perkembangan pariwisata, tetapi tampil sebagai pelaku sekaligus motor penggeraknya.

Pemuda dapat mengambil berbagai peran sesuai kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Mulai dari pengelolaan destinasi, pelayanan wisatawan, promosi, hingga pengembangan usaha yang berkaitan dengan pariwisata.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan Rahmad adalah membuka ruang pelatihan bahasa bagi masyarakat dan pemuda. Kemampuan bahasa dinilai penting karena perkembangan pariwisata akan mempertemukan masyarakat lokal dengan wisatawan dari berbagai latar belakang dari seluruh dunia.

Kemampuan berkomunikasi bukan sekadar persoalan bahasa. Lebih jauh, hal itu merupakan bekal untuk membangun kepercayaan diri, memberikan pelayanan yang baik, serta membuka kesempatan lebih besar bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam industri pariwisata.

Dengan kemampuan tersebut, pemuda Sekongkang Bawah diharapkan tidak lagi hanya melihat wisatawan sebagai orang yang datang berkunjung, tetapi memahami bahwa kehadiran wisatawan juga membawa peluang ekonomi yang dapat dikelola.

Membangun Ekonomi Setelah Tambang

Visi yang ditawarkan Rahmad pada akhirnya bukan semata tentang pariwisata. Lebih jauh, gagasan tersebut berbicara tentang bagaimana Desa Sekongkang Bawah mempersiapkan masa depan ekonominya.

Tambang memiliki sumber daya yang terbatas. Pariwisata, apabila dikelola secara berkelanjutan, memiliki karakter yang berbeda. Ia dapat terus dikembangkan dengan bertumpu pada potensi alam, budaya, kreativitas, dan sumber daya manusia.

Pemuda perlu dibekali keterampilan. Potensi wisata harus dikembangkan. Dan masyarakat lokal harus memperoleh ruang yang cukup untuk menjadi bagian utama dari pertumbuhan ekonomi tersebut.

Di sinilah gagasan Rahmad Hidayat menemukan relevansinya: mempersiapkan masa depan sebelum masa depan itu datang.

Jika kembali diberi amanah memimpin Desa Sekongkang Bawah, Rahmad menyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk peningkatan kapasitas masyarakat dan pemuda melalui pelatihan bahasa.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan pola pikir: dari masyarakat yang selama ini sangat bergantung pada sektor pertambangan menuju masyarakat yang memiliki kemampuan mengembangkan berbagai potensi ekonomi desa.

Bagi Sekongkang Bawah, tantangannya bukan sekadar bagaimana bertahan ketika tambang berakhir. Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana memastikan masyarakat telah memiliki kekuatan ekonomi baru sebelum masa itu tiba.

Dan di tengah tantangan tersebut, pemuda menjadi salah satu kunci. Mereka adalah generasi yang akan menjalani kehidupan Desa Sekongkang Bawah setelah era pertambangan berlalu. Karena itu, mempersiapkan mereka hari ini berarti mempersiapkan wajah desa pada masa mendatang.

Pariwisata kemudian bukan sekadar pilihan sektor ekonomi. Ia diposisikan sebagai salah satu jalan untuk membangun kemandirian, membuka peluang bagi generasi muda, dan menjaga agar roda ekonomi Sekongkang Bawah tetap bergerak ketika sumber daya tambang pada akhirnya mencapai batasnya.(02)