Politik pemerintahan

Bupati H. Jarot Instruksikan Desa Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Gotong Royong

7
×

Bupati H. Jarot Instruksikan Desa Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Gotong Royong

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id, — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa upaya pengurangan risiko bencana harus dimulai dari tingkat desa dengan membangun budaya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat sejak dini.

 

iklan

Hal tersebut disampaikan Bupati saat membuka Workshop Pertemuan Koordinasi Multi Pihak Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sumbawa bertema “Penguatan Kolaborasi Ketangguhan Desa dalam Mendukung Implementasi Sumbawa Hijau Lestari” yang berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (6/8/2026).

 

Kegiatan tersebut dihadiri kepala perangkat daerah, jajaran FPRB Kabupaten Sumbawa, akademisi, stakeholder, serta peserta workshop dari berbagai unsur.

 

Dalam laporan Ketua FPRB Kabupaten Sumbawa yang dibacakan Wakil Ketua I FPRB, Zainuddin, S.H., disampaikan bahwa workshop tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pengurangan risiko bencana sekaligus mendukung implementasi Program Sumbawa Hijau Lestari.

 

Sebanyak 73 peserta dari unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

 

Dalam arahannya, Bupati H. Jarot menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan relawan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.

 

Menurutnya, budaya mitigasi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Setiap potensi bahaya yang ditemukan di lingkungan sekitar harus segera ditangani sebelum berkembang menjadi bencana.

 

“Jangan menunggu bencana terjadi baru kita bergerak. Ketika melihat potensi bahaya, segera lakukan tindakan. Itulah budaya mitigasi yang harus kita bangun bersama,” tegasnya.

 

Sebagai langkah konkret, Bupati menginstruksikan seluruh pemerintah desa di Kabupaten Sumbawa untuk menggerakkan gotong royong membersihkan lingkungan. Langkah sederhana tersebut dinilai penting sebagai bentuk pencegahan dini terhadap berbagai potensi bencana, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan dan kebersihan.

 

Bupati menjelaskan, Kabupaten Sumbawa memiliki bentang alam yang luas dan kaya, namun pada saat yang sama menyimpan potensi berbagai risiko bencana. Kondisi tersebut membutuhkan upaya mitigasi yang dilakukan secara terencana dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

 

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat implementasi Program Sumbawa Hijau Lestari sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan keselamatan masyarakat.

 

“Sumbawa Hijau Lestari bukan sekadar gerakan menanam pohon, tetapi gerakan membangun kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian alam,” jelasnya.

 

Ia menegaskan bahwa setiap upaya menjaga lingkungan memiliki keterkaitan langsung dengan pengurangan risiko bencana. Menanam pohon berarti menjaga sumber mata air, melindungi hutan berarti mengurangi ancaman longsor, mengelola sampah berarti menekan risiko banjir, sementara menjaga kawasan mangrove berarti memperkuat perlindungan pesisir dari ancaman abrasi.

 

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat pengawasan terhadap praktik pembalakan liar melalui pembentukan Satgas Hutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan hutan sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan yang dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

 

Bupati menekankan bahwa ketangguhan menghadapi bencana tidak dapat dibangun hanya melalui respons ketika bencana terjadi. Kesiapsiagaan harus dimulai sejak tingkat paling bawah, terutama melalui penguatan kapasitas pemerintah desa dan masyarakat.

 

Mengakhiri arahannya, Bupati mengajak seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, serta FPRB untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan dan membangun budaya kesiapsiagaan.

 

Menurutnya, pembangunan akan benar-benar berkelanjutan apabila berjalan seiring dengan upaya pengurangan risiko bencana dan perlindungan lingkungan.

 

“Saya percaya, dengan kolaborasi yang semakin kuat, Sumbawa akan menjadi daerah yang semakin tangguh menghadapi bencana, lingkungannya semakin lestari, dan masyarakatnya semakin sejahtera menuju terwujudnya Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera,” tutup Bupati. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *