KSB

Poto Tano Disiapkan Jadi Lumbung Hortikultura, Dimulai dari Melon Hidroponik

30
×

Poto Tano Disiapkan Jadi Lumbung Hortikultura, Dimulai dari Melon Hidroponik

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat | Bintangtv.id -Kecamatan Poto Tano yang selama ini dikenal sebagai gerbang penyeberangan menuju Pulau Lombok, mulai diarahkan menjadi pusat pengembangan hortikultura baru di Kabupaten Sumbawa Barat. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, saat menghadiri panen perdana melon hidroponik dengan sistem Machida di Pusat Edukasi Agrowisata Pertanian Terintegrasi, Jumat (27/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, empat varietas melon unggulan berhasil dipanen, yakni Apollo F1 melon, Suny F1 melon, Sweet Hamy melon, dan Lavender melon. Keberhasilan ini menjadi tonggak awal dalam upaya menjadikan Poto Tano sebagai lumbung hortikultura daerah.
“Ini bukan sekadar panen perdana, tetapi langkah awal menuju target besar menjadikan Poto Tano sebagai sentra hortikultura,” ujar Bupati H. Amar.

Bupati menegaskan bahwa pengembangan sektor hortikultura tidak boleh berhenti pada tahap produksi semata. Menurutnya, peluang pasar sebenarnya sudah terbuka lebar, namun belum sepenuhnya diisi oleh produk lokal.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong perangkat terkait untuk segera melakukan pemetaan kelompok tani. Langkah ini dinilai penting agar komoditas yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar serta memiliki orientasi bisnis yang jelas.

“Petani harus mulai berpikir tidak hanya menanam, tetapi juga menjual. Apa yang dibutuhkan pasar, itu yang harus diproduksi,” tegasnya.

Selain aspek produksi dan pemasaran, perhatian juga diarahkan pada modernisasi sistem pertanian. Petani didorong beralih dari metode konvensional ke teknik budidaya yang lebih modern, efisien, dan bernilai ekonomi tinggi, seperti sistem hidroponik.

Di sisi lain, pemerintah memastikan dukungan sarana dan prasarana pertanian akan dikelola secara kolektif melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Skema ini diharapkan mampu menjamin pemerataan akses alat pertanian sekaligus mencegah potensi kecemburuan sosial antarpetani.

Pengembangan hortikultura di Poto Tano ke depan tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan menjadi kawasan agrowisata berbasis pertanian modern. Konsep ini mengintegrasikan aktivitas produksi, edukasi, dan pariwisata dalam satu ekosistem.

Dengan model tersebut, kawasan pertanian tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga destinasi wisata edukatif yang mampu menarik pengunjung dan meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat setempat.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan akan terus memberikan dukungan penuh terhadap program ini, dengan catatan adanya komitmen dan keseriusan dari para petani dalam mengembangkan usaha hortikultura secara berkelanjutan.(02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *