Sumbawa, Bintangtv.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bergerak cepat melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan strategis di Kabupaten Sumbawa guna mengantisipasi arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Perbaikan tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Provinsi NTB, serta Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Plt Kepala Dinas PUPRKP Provinsi NTB Lalu Kusuma Wijaya ST., MT., melalui Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa Mustafa ST., MT, Selasa (17/3/2026) menjelaskan bahwa langkah percepatan perbaikan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur NTB agar kondisi jalan provinsi layak dilalui masyarakat, khususnya menjelang musim mudik Lebaran.
Menurut Mustafa, perbaikan difokuskan pada penanganan kerusakan jalan melalui program penutupan lubang atau peching serta pembersihan kubangan dan drainase (sapu kubang) guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Perbaikan ini menjadi prioritas agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat melintas dengan aman dan nyaman. Kami juga memastikan pekerjaan dilakukan secara cepat namun tetap memperhatikan kualitas,” ujarnya.
Mustafa menjelaskan, hingga saat ini pekerjaan perbaikan telah berjalan sekitar 11 hari dan mencakup tujuh ruas jalan strategis di Kabupaten Sumbawa. Ketujuh ruas tersebut meliputi Jalan Sultan Kaharudin yang menjadi akses utama di pusat Kota Sumbawa, Jalan Sumbawa–Sebewe Lua Air, Jalan Simpang Negara Moyo–Lua Air, Jalan Pal IV–Lenangguar, Jalan Lenangguar–Lunyuk, Jalan Sumbawa–Semongkat–Batu Dulang, serta Jalan Plampang–Sekokat.
Ruas-ruas tersebut diprioritaskan karena menjadi jalur utama mobilitas masyarakat, jalur distribusi barang, serta akses menuju kawasan pertanian dan permukiman di sejumlah kecamatan.
Dalam pelaksanaannya, pekerjaan tetap dilakukan meskipun menghadapi kondisi cuaca yang cukup ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi di wilayah Sumbawa. Tim lapangan menyesuaikan metode pekerjaan dan jadwal pelaksanaan agar kualitas perbaikan tetap terjaga.
Untuk menutup lubang jalan, digunakan aspal dingin jenis Asbuton (Aspal Buton). Material ini dipilih karena lebih praktis digunakan di lapangan tanpa proses pemanasan, serta memiliki standar kualitas yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, penggunaan aspal lokal ini juga dinilai lebih ekonomis dan efisien.
Selain penutupan lubang jalan, petugas juga melakukan pembersihan saluran drainase guna mencegah genangan air yang dapat mempercepat kerusakan jalan serta mengganggu arus lalu lintas.
Mustafa menambahkan, pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan perbaikan dapat diselesaikan paling lambat dua minggu sebelum puncak arus mudik Idulfitri.
“Kami akan memaksimalkan waktu yang ada agar jalan-jalan ini siap dilalui masyarakat sebelum musim mudik dimulai,” jelasnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung dan tetap mematuhi rambu serta arahan petugas di lokasi pekerjaan.
“Perbaikan jalan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran arus mudik Lebaran di wilayah Pulau Sumbawa,” Pungkasnya. (01)












