Sumbawa, Bintangtv.id – Wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, diguncang gempa bumi tektonik pada Minggu malam, 25 Januari 2026, sekitar pukul 20.11.53 WITA. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan magnitudo 3,4.
BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 8,30° Lintang Selatan dan 117,79° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat sekitar 46 kilometer timur laut Sumbawa, dengan kedalaman 26 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, ST, MM, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar naik busur belakang Flores,” jelasnya.
Dampak gempa dirasakan oleh masyarakat di wilayah Sumbawa dengan intensitas III MMI, di mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
BMKG juga menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Hasil monitoring hingga pukul 20.30 WITA belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock,” tambah Sumawan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, situs resmi [www.bmkg.go.id](http://www.bmkg.go.id) atau inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi resmi BMKG. (01)












