Politik pemerintahan

Sumbawa Tenun Fashion Street 2025 Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif Lokal

49
×

Sumbawa Tenun Fashion Street 2025 Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif Lokal

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id– Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Sumbawa Tenun Fashion Street Tahun 2025. Kegiatan ini digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa pada Jumat malam (19/12/2025) di Jalan Merdeka, Sumbawa Besar.

 

iklan

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Wakil Bupati Sumbawa, serta Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal. Turut hadir jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, masyarakat, pelaku UMKM, serta para desainer fashion lokal Sumbawa.

 

Jalan Merdeka dipilih sebagai lokasi kegiatan untuk menghadirkan tenun Sumbawa di ruang publik yang dekat dengan aktivitas masyarakat. Dengan konsep fashion street yang terbuka dan sederhana, tenun Sumbawa tidak hanya dipamerkan sebagai produk budaya, tetapi juga diperkenalkan sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

 

Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., menyampaikan bahwa Sumbawa Tenun Fashion Street merupakan ruang apresiasi budaya sekaligus sarana promosi bagi para penenun, perajin, dan desainer lokal. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian awal penyemarak Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa ke-66 yang akan diperingati pada 22 Januari 2026.

 

Ia mengapresiasi kehadiran Gubernur NTB dan Ketua Dekranasda Provinsi NTB yang terus memberikan dukungan terhadap upaya pengembangan kriya dan wastra lokal di Kabupaten Sumbawa.

 

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menekankan bahwa kegiatan ini memiliki manfaat strategis, terutama dalam menjaga keberlangsungan tenun Sumbawa yang saat ini menghadapi tantangan regenerasi penenun. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar penenun di Desa Poto, yang merupakan pusat tenun Sumbawa, telah berusia di atas 50 tahun, sementara minat generasi muda semakin menurun.

 

Melalui kegiatan seperti Sumbawa Tenun Fashion Street, Bupati berharap tenun Sumbawa dapat tampil lebih menarik dan relevan dengan selera generasi muda. Ia juga mendorong OPD terkait untuk terus melakukan pembinaan, inovasi, dan pendampingan, serta mengajak desainer lokal mengembangkan produk turunan, termasuk tenun imitasi bermotif khas Sumbawa sebagai alternatif oleh-oleh yang terjangkau, tanpa mengurangi nilai tenun asli sebagai produk unggulan.

 

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menilai Sumbawa Tenun Fashion Street 2025 sebagai langkah maju dalam memposisikan tenun tidak hanya sebagai kerajinan tradisional, tetapi juga sebagai produk fashion bernilai tinggi. Ia mengapresiasi keberanian para desainer lokal dalam menampilkan karya-karya yang dinilai sudah layak masuk kategori ready to wear.

 

Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan penenun. Menurutnya, ketika penenun dapat hidup layak dari hasil karyanya, maka tenun akan tetap lestari. Ia menegaskan perlunya mengubah paradigma, di mana penenun harus dipandang sebagai seniman yang karyanya memiliki nilai ekonomi dan budaya yang tinggi.

 

Sumbawa Tenun Fashion Street 2025 dimeriahkan dengan peragaan busana karya desainer lokal yang memadukan tenun Sumbawa dengan desain kontemporer. Sejumlah pimpinan OPD dan unsur Forkopimda turut tampil sebagai model, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penggunaan produk lokal.

 

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Dekranasda berharap manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan, mulai dari pelestarian budaya, peningkatan nilai ekonomi tenun, hingga penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis wastra lokal di Kabupaten Sumbawa. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *