Politik pemerintahan

Pemda Sumbawa Ajukan Penambahan 67 SPPG

88
×

Pemda Sumbawa Ajukan Penambahan 67 SPPG

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat dinikmati seluruh penerima manfaat. Saat ini, realisasi program tersebut baru mencapai 16,8 persen atau sekitar 33.291 orang dari total 198.667 penerima manfaat yang tersebar di seluruh wilayah Sumbawa.

 

iklan

Keterbatasan jumlah Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) menjadi penyebab utama rendahnya capaian program ini. Hingga saat ini, baru terdapat 10 SPPG yang beroperasi dan melayani masyarakat. Akibatnya, sebanyak 165.376 orang atau sekitar 83,2 persen penerima manfaat masih belum terlayani.

 

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi, mengatakan pihaknya telah mengajukan penambahan sebanyak 67 SPPG untuk memenuhi kebutuhan pelayanan bagi masyarakat yang belum terlayani.

 

“Sebanyak 67 SPPG yang diajukan ini terbagi dalam tiga bagian, yakni enam SPPG melalui APBN, 29 SPPG untuk daerah terpencil, dan 32 SPPG yang diajukan secara mandiri,” ungkapnya, Senin (3/11/2025).

 

Ia menjelaskan, usulan tersebut telah disampaikan dan kini tengah menunggu keputusan dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terkait jumlah SPPG yang akan disetujui untuk Kabupaten Sumbawa.

 

“Pembangunan SPPG ini bisa dilakukan oleh mitra BGN seperti yayasan, perusahaan, atau investor. Setelah dibangun, BGN akan menyewa selama empat tahun ke depan. Sementara pengelola dapurnya bisa berasal dari masyarakat setempat,” jelasnya.

 

Rusmayadi menambahkan, dari total 10 SPPG yang sudah beroperasi, semuanya telah melayani 33.291 penerima manfaat. Dengan tambahan 67 SPPG yang diajukan, diharapkan seluruh penerima manfaat sebanyak 198.667 orang dapat terlayani secara merata di seluruh kecamatan.

 

“Jika seluruh 67 SPPG ini terealisasi, maka total akan ada 77 SPPG yang beroperasi dan dapat melayani seluruh penerima manfaat di Kabupaten Sumbawa,” terangnya.

 

Selain untuk wilayah perkotaan, pembangunan SPPG di daerah terpencil menjadi prioritas agar masyarakat di kawasan sulit akses juga mendapatkan layanan program MBG, terutama bagi siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

 

“Di daerah terpencil, setiap SPPG kami targetkan melayani sekitar 1.000 penerima manfaat. Namun, sebelum beroperasi, seluruh SPPG wajib memenuhi prosedur dan standar yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *