Headline

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca, Warga Sumbawa Diminta Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

44
×

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca, Warga Sumbawa Diminta Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali merilis peringatan dini cuaca untuk wilayah NTB pada 30 November dan 1 Desember 2025. Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu daerah yang masuk kategori waspada akibat potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.

 

iklan

Pada 30 November, sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumbawa yang berpotensi terdampak meliputi Lunyuk, Alas, Utan, Batu Lanteh, Sumbawa, Moyo Hilir, Moyo Hulu, Ropang, Lape, Plampang, Empang, Alas Barat, Labuhan Badas, Labangka, Buer, Rhee, Unter Iwes, Moyo Utara, Maronge, Tarano, Lopok, Lenangguar, Orong Telu, dan Lantung.

 

Sementara itu, untuk tanggal 1 Desember, daerah yang kembali masuk kategori waspada mencakup Lunyuk, Batu Lanteh, Moyo Hulu, Ropang, Plampang, Labangka, Maronge, Lenangguar, Orong Telu, dan Lantung. BMKG juga mencatat adanya potensi angin kencang terutama di wilayah Lombok Utara dan Lombok Barat, yang dampaknya dapat dirasakan pula di sejumlah wilayah Sumbawa.

 

Kepala Dinas Kominfotiksandi Kabupaten Sumbawa, Drs. Hasanuddin, (30/11/2025) mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama periode cuaca ekstrem ini.

 

Menurutnya, hujan lebat yang disertai angin kencang dapat memicu berbagai dampak seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan air, pohon tumbang, baliho roboh, hingga jarak pandang yang berkurang.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor,” ujarnya.

 

Selain itu, ia juga mengingatkan para pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, dan pelaku wisata bahari agar mewaspadai kondisi gelombang tinggi.

 

Berdasarkan rilis BMKG, tinggi gelombang dapat mencapai 2 hingga 2,5 meter di beberapa wilayah perairan, seperti Selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, serta Samudra Hindia selatan NTB.

 

Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengimbau seluruh masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG dan memastikan langkah antisipasi dilakukan lebih awal guna mencegah risiko yang lebih besar. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *