KSB

PT AMNT Dorong Pemberdayaan Masyarakat, Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal di Sumbawa Barat

180
×

PT AMNT Dorong Pemberdayaan Masyarakat, Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal di Sumbawa Barat

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat, Bintangtv.id – Keberadaan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus menunjukkan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus penyerapan tenaga kerja lokal.

 

iklan

Tidak hanya berfokus pada aktivitas pertambangan, perusahaan tambang tembaga dan emas yang beroperasi di Batu Hijau itu juga aktif mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat, Slamet Riadi, S.Pi., M.Si., Selasa (21/10/2025), menjelaskan bahwa PT AMNT selama ini konsisten menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah. Salah satu hasil nyata dari kolaborasi tersebut adalah meningkatnya serapan tenaga kerja lokal di wilayah KSB.

 

“Kami melihat peningkatan signifikan dalam serapan tenaga kerja pada tahun 2024, salah satunya berkat aktivitas tambang PT AMNT,” ujarnya.

 

Menurut Slamet, sejak tahun 2021 hingga 2024, kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Sumbawa Barat menunjukkan tren positif. Jumlah pengangguran menurun tajam dari 4.559 jiwa pada tahun 2021 menjadi 2.600 jiwa pada tahun 2024. Tingkat pengangguran terbuka pun turun dari 5,52 persen menjadi 3,10 persen pada periode yang sama.

 

Data Disnakertrans KSB menunjukkan, pada tahun 2021 jumlah penduduk mencapai 150.054 jiwa, dengan penduduk usia kerja sebanyak 116.341 jiwa dan angkatan kerja 82.628 jiwa. Dari jumlah tersebut, 78.069 orang bekerja dan 4.559 menganggur. Tingkat partisipasi angkatan kerja tercatat sebesar 71,02 persen.

 

Sementara pada tahun 2024, jumlah penduduk meningkat menjadi 153.575 jiwa, penduduk usia kerja 110.690 jiwa, dan angkatan kerja 83.750 jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 81.150 orang bekerja, hanya 2.600 yang menganggur, dan tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 75,66 persen.

 

“Data tahun 2025 masih dalam proses pendataan dan akan dirilis awal tahun 2026,” terang Slamet.

 

Ia menegaskan, penurunan angka pengangguran di KSB tidak hanya berkat kehadiran industri tambang, tetapi juga karena kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Disnakertrans terus memperluas kesempatan kerja melalui kegiatan pelatihan dan bursa tenaga kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

 

“Kami menjalin komunikasi dengan berbagai perusahaan agar serapan tenaga kerja lokal terus meningkat. Di sisi lain, pelatihan-pelatihan kami arahkan agar anak-anak muda Sumbawa Barat memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

 

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pemberdayaan tenaga kerja, Disnakertrans KSB telah menggelar Job Fair kedua pada 8–10 September 2025. Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan perusahaan, termasuk yang terlibat dalam pembangunan kawasan hunian baru atau *New Townsite* di sekitar area proyek tambang Batu Hijau yang dikelola PT AMNT.

 

“Fokus utama kami adalah membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, terutama di sektor industri penunjang pertambangan yang saat ini berkembang pesat. Selain itu, kami juga menggandeng perusahaan-perusahaan yang beroperasi dalam rantai pasok industri tambang,” jelasnya.

 

Slamet berharap kegiatan seperti Job Fair dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Sumbawa Barat. “Momentum ini harus digunakan secara maksimal, karena peluang kerja semakin terbuka luas di daerah kita,” tutupnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *