Politik pemerintahan

Menteri PU Dody Hanggodo: Dari Beringin Sila ke Kerekeh, Infrastruktur Sumbawa Jadi Prioritas Nasional

121
×

Menteri PU Dody Hanggodo: Dari Beringin Sila ke Kerekeh, Infrastruktur Sumbawa Jadi Prioritas Nasional

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id — Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Ir. Dody Hanggodo, M.PE melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa, Minggu (19/10). Dalam kunjungan ini, Menteri Dody didampingi oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori.

 

iklan

Kunjungan tersebut menandai perhatian serius pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur strategis di Sumbawa, mulai dari Bendungan Beringin Sila di Kecamatan Utan, rencana pembangunan Bendungan Kerekeh di Kecamatan Unter Iwes, hingga perbaikan ruas jalan utama di wilayah selatan Sumbawa.

 

Menteri Dody menyampaikan bahwa sejumlah infrastruktur di Sumbawa menjadi prioritas Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya dalam memperbaiki akses jalan yang selama ini rusak dan menghambat konektivitas antarwilayah.

 

“Hari ini saya diajak berkunjung oleh Bupati dan Gubernur ke Sumbawa. Ada beberapa tempat yang harus kita tangani, seperti ruas jalan, bendungan, dan sekolah rakyat. Permohonan Bupati untuk perbaikan jalan rusak serta usulan pembangunan Bendungan Kerekeh sedang dikaji oleh tim sumber daya air. Kita akan koordinasikan lebih lanjut dengan Pak Bupati, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dimulai,” ujar Menteri Dody.

 

Dalam peninjauan lapangan, Menteri PU bersama rombongan meninjau langsung Bendungan Beringin Sila, salah satu proyek strategis nasional yang telah memberikan dampak besar bagi masyarakat. Bendungan ini melayani irigasi seluas 3.500 hektare, terdiri dari 2.400 hektare lahan eksisting dan 1.100 hektare pengembangan baru (500 hektare di sisi kanan dan 600 hektare di sisi kiri).

 

Selain berfungsi sebagai penyuplai air pertanian, bendungan ini juga menyediakan air baku sebesar 76 liter per detik untuk masyarakat Kecamatan Utan dan Buer, menghasilkan listrik melalui PLTMH 1,4 MW, serta mengurangi potensi banjir hingga 85 meter kubik per detik atau setara 32,7%. Secara agronomis, keberadaannya meningkatkan indeks pertanaman dari 130% menjadi 280%, memungkinkan petani menanam hingga tiga kali dalam setahun.

 

Namun demikian, Menteri Dody menyoroti aktivitas pertanian jagung di sekitar kawasan bendungan yang berpotensi menimbulkan sedimentasi. “Kawasan sekitar bendungan seharusnya menjadi daerah resapan. Kalau ditanami jagung di lereng curam, air hujan akan membawa tanah turun ke waduk dan mempercepat sedimentasi. Ini perlu perhatian serius agar daya guna bendungan tetap optimal,” ujarnya.

 

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal turut menegaskan pentingnya pengendalian tata lahan di kawasan tangkapan air bendungan, seraya mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan fungsi bendungan.

 

Menanggapi hal itu, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk menertibkan aktivitas pertanian di kawasan hulu bendungan. Ia menegaskan bahwa Pemkab akan bekerja sama dengan aparat desa dan masyarakat guna menjaga kelestarian fungsi waduk.

 

Selain meninjau bendungan yang telah beroperasi, Menteri Dody juga memastikan dukungan pemerintah pusat terhadap rencana pembangunan Bendungan Kerekeh di Kecamatan Unter Iwes. Bendungan ini akan memperkuat pasokan air irigasi dan air baku untuk wilayah tengah Sumbawa serta menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir di sepanjang aliran Sungai Kerekeh.

 

“Pembangunan Bendungan Kerekeh menjadi salah satu prioritas yang sedang dikaji oleh tim sumber daya air. Kita akan pastikan sinergi dengan Pemkab agar semua kesiapan teknis dan sosial berjalan baik,” jelasnya.

 

Kementerian Pekerjaan Umum juga berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga kualitas bendungan di Sumbawa, baik yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap perencanaan. Upaya ini mencakup rehabilitasi jaringan irigasi, pengendalian sedimen, serta pengelolaan daerah tangkapan air yang melibatkan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I.

 

Kunjungan Menteri Dody ke Sumbawa menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang memberi dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *