Umum

Anggota Polsek Sekongkang Dampingi Warga Kelola Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

181
×

Anggota Polsek Sekongkang Dampingi Warga Kelola Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat, Bintangtv.id — Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Tatar, Aipda Janoar Hadi, aktif mendampingi warga dalam kegiatan pengelolaan pekarangan pangan bergizi.

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat ini, diikuti puluhan warga dengan penuh antusiasme.

iklan

Program ini menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat desa melalui pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri. Warga dilatih menanam berbagai jenis tanaman sayuran seperti bayam, kangkung, tomat, dan cabai, serta bumbu dapur seperti kunyit dan serai. Selain itu, mereka juga diperkenalkan dengan budidaya ikan lele dan ayam kampung dalam skala rumah tangga.

Kapolsek Sekongkang, Ipda Herman, SH., M.M.Inov., menegaskan bahwa pendampingan yang dilakukan anggota Polri tidak hanya sebatas teknis pertanian, tetapi juga mencakup edukasi mengenai pola konsumsi bergizi, kebersihan lingkungan, serta keberlanjutan sistem pertanian rumah tangga.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mampu menanam, tetapi juga memahami nilai gizi dari hasilnya serta menjaga keberlanjutan lingkungan pekarangan,” ujarnya (19/082025).

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.Ik., melalui Kasi Humas IPTU Ardiatmaja, memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas dalam program tersebut. Ia menekankan bahwa Polri hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendukung program sosial dan pemberdayaan.

“Kegiatan seperti ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Salah satu warga Dusun Tatar, Ibu Hartini, menyampaikan rasa syukurnya atas pendampingan yang diberikan. Menurutnya, kegiatan ini bermanfaat dan memberi motivasi bagi warga untuk mengoptimalkan lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan.

“Kami jadi lebih semangat dan tahu cara menanam serta mengelola hasilnya untuk kebutuhan keluarga. Kehadiran Pak Janoar membuat kami merasa diperhatikan,” ungkapnya.

Diharapkan, program ini menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengoptimalkan potensi lokal guna menciptakan keluarga sehat, mandiri pangan, dan sejahtera.

Pendekatan berbasis komunitas ini juga diyakini mampu memperkuat solidaritas sosial serta ketahanan keluarga di tengah tantangan ekonomi saat ini. (02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *